Victory Loves Preparation

Pernah dengar kata-kata itu? Itu quotenya Jason Statham yang berperan sebagai Bishop dalam film The Mechanic. Di film ini, Bishop diceritakan sebagai seorang pembunuh bayaran yang selalu rapih, teliti,dan penuh dengan perencanaan yang matang dalam menjalankan aksinya. Kalimat Victory Loves Preparation itu sendiri saya lihat tertera di sebuah senjata dalam film tersebut. Lebih jauh saya tidak akan mereview soal film ini, soal si Bishop free viagra sample apalagi soal bunuh membunuh. Saya hanya ingin cerita tentang apa yang telah saya dan suami kerjakan yang kira-kira berhubungan dengan kalimat itu.

buy generic cialis

Kira-kira sekitar sebulan lalu saya dan suami mengikuti sebuah kompetisi yang diadakan salah satu perusahaan iklan. Kompetisi ini adalah kompetisi membuat iklan untuk menyemangatkan anak muda agar mau berbisnis. Hadiah yang didapat cukup menggiurkan, sehingga kami pun sangat antusias dan bersemangat untuk  mengikuti kompetisi ini. Ide pun bermunculan, suami memiliki ide yang cukup bagus. Kamipun sepakat untuk membuat iklan televisi dan menayangkan dalam bentuk animasi. Awalnya kami sangat serius untuk menggarap “proyek iklan” tersebut. Setiap hari kami diskusi soal apa yang ingin kami tampilkan, baik via ym,skype maupun telepon. Maklum, saya dan suami sedang menjalani LDR karena masalah pekerjaan. Namun, itu tidak menjadi kendala. Justru yang menjadi kendala adalah kami berdua sama sekali tidak bisa dan mengerti bagaimana cara membuat animasi. Akhirnya suami pun berusaha secara cepat kilat belajar otodidak. Kamipun kerja sama menjalani proses tersebut satu persatu, dari mulai membuat storyboard, narasi, menggambar dan membuat animasi. Kira-kira dua minggu sebelum deadline, suami mengusulkan agar saya ikut juga kompetisi tersebut dengan mengambil iklan karya tulis, kata suami biar kesempatan jadi lebih banyak. Saya pun sepakat. Porsipun kami bagi, untuk iklan karya tulis saya lebih banyak porsinya, suamipun turut membantu mengedit naskah saya. Sementara untuk iklan televisi, suami lebih banyak berperan, saya hanya membantu narasi, musik dan sedikit storyboard saja. Menjelang deadline masing-masing dari kami ternyata belum juga usai. Waktu weekend pun kami gunakan. Pendek kata, pontang-pantinglah kami dalam menyelesaikan. Sampai di penghujung deadline, “Proyek Iklan” kami akhirnya bisa bertengger juga, bersanding dengan peserta-peserta lainnya. Usaha sudah, kini tinggal pasrah, dan doa sampai ngebul-ngebul (hehee).

Seminggu setelahnya, finalis pun diumumkan. Suami saya lebih dahulu mencari tahu pengumumannya, saya pun di tinggali pesan melalui yahoo messanger. Ketika membaca pesan singkat ym dari suami, saya berulangkali menahan nafas. Kerja kami, usaha kami, semangat kami akhirnya terbayar sudah. Kami kalah. Tidak ada nama saya dan suami di dalam urutan finalis tersebut. Sedikit kecewa, pasti dong, namanya juga manusia. Kami pun berusaha untuk introspeksi.

Dalam kompetisi, menang kalah itu memang sudah jadi hukum alamnya. Namun dari kejadian yang kami alami, saya jadi semakin bisa belajar dari kekalahan. Saya mengira apa yang kami buat sudah cukup bagus. Ternyata tidak. Jika mau dirunut lagi kebelakang soal persiapan kami, sebenarnya kami tidak cukup matang untuk mempersiapkan kompetisi ini. Sejujurnya, yang kami lakukan adalah menyelesaikan “proyek iklan” ini di waktu-waktu luang. Kurang fokus, kurang cermat. Bahkan mengerjakannya laksana Bandung Bondowosono yang memenuhi keinginan Roro Jongrang. Cepat kilat. Saya akui, jam terbang menulis saya juga belum banyak, suami juga mengerjakan animasi sekenanya. Demo suara saya bahkan tidak di edit waktu itu, karena terkendala waktu. Dari sini kami memang kurang. Padahal untuk menjadi pemenang bukan semata-mata karena keberuntungan. Akan tetapi, karena pengerjaan yang baik dan serius. Dengan persiapan yang kami lakukan, kami memang belum pantas untuk menang. Maka benarlah quote yang saya ambil dalam film The Mechanic itu, “Victory Loves Preparation” yang diartikan bebas menjadi “Kemenangan adalah milik mereka yang siap”.

 

Berikut video yang kami buat, meski tidak menang, semoga bisa memberikan manfaat 🙂

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “Victory Loves Preparation

  1. I identical much hope that your article you correspond with well prospect you persist in to send a letter to edifice a change one’s mind and raise websiteI identical much longing that your article you a postcard properly rely on you at to a note to erection a punter and better websiteI very much aspire that your article you indite ostentatiously daydream you go on to write to structure a better and heartier website}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s