Membumikan Asuransi Syariah

payday loan application form

                                    Sumber gambar : http://www.republika.co.id

Asuransi syariah adalah salah satu instrumen dari produk keuangan syariah. Ada banyak produk keuangan syariah, diantaranya perbankan syariah, pasar modal syariah dan pegadaian syariah. Meskipun sama-sama produk keuangan syariah, namun sosialisasi dalam asuransi syariah sangatlah kurang. Sehingga banyak masyarakat yang tidak memahami prinsip dalam asuransi syariah. Masyarakat pada umumnya hanya mengenal produk perbankan syariah saja. Padahal, sudah banyak produk asuransi syariah yang cukup  diperhitungkan.

Sementara itu, prospek bisnis asuransi syariah di Indonesia  semakin menjanjikan. Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) turut  memperkirakan pertumbuhan industri asuransi syariah pada 2013 dapat mencapai 30 hingga 40 persen. Sungguh amat disayangkan jikalau pertumbuhan yang cukup bagus ini tidak diimbangi dengan sosialisasi yang komprehensif.

Peluang dan Tantangan

Pertumbuhan industri asuransi syariah diyakini akan tetap tumbuh. Bahkan, beberapa kalangan menilai tahun 2013 bisa mencapai puncak pertumbuhan asuransi syariah. Hal ini didukung potensi pasar Indonesia yang cukup tinggi.

Potensi pasar yang tinggi ini oleh sejumlah pihak, dikatakan didukung oleh perekonomian Indonesia yang stabil. Hal ini merupakan kesempatan yang harus dimanfaaatkan oleh industry asuransi syariah.  Apalagi, Indonesia adalah  Negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Sehingga geliat ber-syariah kini semakin menjadi tren di kalangan masyarakat. Diiringi pula dengan tumbuh pesat nya kalangan menengah di Indonesia. Dengan tumbuhnya kelas menengah, seharusnya tingkat kesadaran finansial ikut meningkat, termasuk kesadaran berasuransi. Namun demikian, partisipasi masyarakat dalam berasuransi masih rendah. Inilah yang harus menjadi tantangan dalam prospek bisnis asuransi syariah agar dapat meraih potensi pasar yang viagra shop begitu besar.

Tantangan lain adalah meningkatkan produk dan kualitas dari asuransi syariah. Berdasarkan data dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), hingga kuartal III-2012 ini, aset industri asuransi syariah baru 3,54% dari total aset industri asuransi senilai Rp 322,2 triliun. Belum lagi jumlah produk dari asuransi syariah. Jenis produk baru asuransi jiwa konvensional tahun 2012 mencapai 478 produk. Sementara jumlah produk baru asuransi jiwa syariah mencapai 82 produk. Hal ini menjadi tantangan agar asuransi syariah bisa meningkatkan potensi asuransi secara maksimal.

Selain menjadi potensi yang besar, para pengamat menilai pada tahun 2013 akan menjadi tahun yang menantang sekaligus peluang bagi industri syariah. Hal yang dapat menjadi tantangan dan peluang seperti aturan-aturan terkait asuransi syariah yang dikeluarkan oleh pemerintah Aturan ini boleh jadi peluang maupun tantangan yang akan berdampak baik bagi tumbuhnya Industri asuransi syariah.

Beberapa rencana aturan tersebut seperti terbitnya dua regulasi dari pihak regulator, yaitu aturan permodalan minimal perusahaan asuransi dan aturan tentang pemisahan (spin off) unit usaha syariah asuransi.  Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sendiri akan mulai memberlakukan ketentuan modal minimum perusahaan asuransi konvensional. Dengan adanya ketentuan tersebut akan ada banyak asuransi konvensional yang mengubah diri menjadi asuransi syariah. Belum lagi untuk aturan spin off, tentu saja akan menambah pemain-pemain baru dari asuransi syariah yang akan memisahkan diri dengan induk bisnisnya. Dengan semakin meningkatnya pemain dalam asuransi syariah, seharusnya ini akan menjadi peluang sosialisasi kepada masyarakat secara lebih terbuka.

Sosialisasi Secara Lebih Terbuka

Melihat dari fakta, peluang, dan tantangan yang ada mengenai industri syariah di Indonesia, sudah seharusnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemain dalam industri ini dilakukan secara lebih komprehensif serta melibatkan pihak-pihak terkait. Sosialisasi yang dilakukan harus bersifat inklusif, bukan lagi ekslusif. Karena masih banyak masayarakat yang kurang memahami asuransi syariah. Masyarakat masih banyak yang belum mengetahui untuk apa memiliki asuransi syariah.

Sosialisasi seperti ini harus mengarah pada kebutuhan semua lapisan masyarakat. Selain masyarakt pihak-pihak yang harus terlibat dan bersinergi  dengan asuransi syariah, seperti sinergi dengan otoritas jasa keuangan (OJK), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Regulator serta pihak-pihak perbankan.

Hal lain yang juga tidak kalah penting adalah media dan teknologi informasi. Peran media terhadap sosialisasi suatu produk juga mempunya andil yang begitu besar. Media memiliki peran sangat penting dalam pembelajaran asuransi syariah bagi masyarakat Indonesia, Diantara peran penting tersebut yaitu sebagai media informasi kepada masyarakat mengenai prinsip serta produk-produk asuransi syariah. Fungsi lain media, yaitu sebagai alat yang memiliki kemampuan dalam mempengaruhi suatu produk. Sosialisasi juga tak melulu sebatas berita atau melalui media-media yang konvensional, seperti media cetak, tetapi sudah harus “menyasar” kedalam dunia digital, seperti menangkap peluang-peluang yang kini sedang menjadi tren, antara lain optimasi menggunakan jejaring sosial. Peran teknologi informasi yang kian maju, juga harus ditangkap sebagai sarana untuk mensosialisasikan asuransi syariah.

 

Jika sudah tercipta sinergi antara pihak-pihak terkait bisnis keuangan syariah ini serta didukung optimalisasi media yang berkesinambungan, maka akan tercipta tatanan yang terintegrasi. Sehingga edukasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara maksimal. Dengan demikian, pertumbuhan dari bisnis asuransi syariah akan dapat terus meningkat. Harapannya, asuransi syariah juga dapat dikenal dan bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat.

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Membumikan Asuransi Syariah

  1. menarik, indonesia potensi pasar yang besar tapi sayang sekali sosialisasi tentang asuransi syariah masih sangat kurang…kalau liat iklan2 yang sering tayang di tv juga sepertinya belum ada penyedia asuransi syariah yang menayangkan iklannya jadi masyarakat terpaksa mencari sendiri informasinya dan itu tidak banyak.

  2. hmmm..pengalamanku menawarkan salah satu asuransi syariah, “ta***ul? asuransi apa itu,sudah besar belum, koq belum pernah dengar ya?”
    jadi para agen asuransi syariah harus bekerja keras untuk meyakinkan calon kliennya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s