Oh! Jurnal

Ternyata gak update dengan pekerjaan itu kadang akibatnya fatal. Apalagi kalau kerjaan itu telah lewat deadline. Nah, itu yang menimpa saya beberapa pekan ini. Rasanya jadi sangsi sendiri. Tapi mau gimana lagi, toh ternyata itu salah saya sendiri. Jadi ceritanya begini, saya punya kerjaan mengedit beberapa jurnal  sains yang telah di terjemahkan. Meeting terakhir dengan Big boss, itu kerjaan kudu beres tiga hari setelah meeting terakhir, karena akan segera di lay out. Berhubung saya merasa kerjaan saya sudah selesai, maka saya menyetujui aja kata si Bos. Pulang meeting saya cek kembali apa yang menjadi kerjaan saya. Saya bundel semua jurnal yang sudah selesai kemudian langsung kirim via email. Habis kirm email tuh rasanya perasaan agak plong.  Bagaimana tidak, dari berbagai buku yang saya edit, buku kumpulan jurnal inilah yang paling menyita waktu and pake “riweuh pakeweuh”.  Saya sebut demikian karena halamannya yang aduhai banyaknyo, (sekitar 900an halaman), buku ini juga melibatkan penterjemah dari berbagai bahasa dari mulai Inggris, Perancis, Jerman dan Belanda. Sementara itu tim editor berjumlah 4 orang. Komunikasi dengan penterjemah pun seringkali banyak sandungan. Apalagi jurnal-jurnal ini ditulis sekitar tahun 1900-an, sehingga seringkali banyak istilah nama atau tempat yang harus diperhatikan. Ahh sudahlah! curhat soal jurnal ini nanti sajalah setelah buku itu terbit. Back to the topic, viagra tablets 100mg soal kesalahan saya….

clomid sale cheap

Sumber gambar : http://1.bp.blogspot.com

Setelah saya leyeh-leyeh, karena sudah setengah jalan melewati itu.  Saya pun fokus kepada pekerjaan lain. Sampai ketika mimpi indah saya terusik oleh whatsapp dari kawan saya yang juga komandan editing jurnal itu, Dince. Intinya Mbak Dince ngasi tau ke saya kalo ada jurnal yang belum disertakan. Terang saya menolak. Dengan sedikit ngotot, saya pun berkilah.

 Ini dia WA nya Mbak Dince

Usut punya usut..Mbak Dince jelasin kalo kerjaan punya saya menyusul dikirim ke email grup. Nah…inilah salah saya, email grup khusus kami sering enggak saya buka. Awalnya memang rajin buka-buka grup, tapi karena masalah lebih banyak ke para penterjemah, maka saya jadi malas. Padahal info soal kerjaan yang kita tangani yah komunikasi lewat grup itu. Lebih parah lagi jurnal nyelip itu sudah dikirim sejak 4 bulan yang lalu sementara deadline sudah lewat (oh!).

Entah mau bagaimana berkilah saya jadi bingung sendiri. Mau tak mau, suka atau pun tidak, pekerjaan itu harus diselesaikan, meskipun mood sudah hilang. Kalo kata suami kerjaan yang belum tuntas itu ibarat B.A.B yang belum selesai, :D. Meskipun ada benernya, saya agak gak setuju juga sih, masa kerjaan saya  disamain sama B.A.B, hehe.

Hal ini jadi pelajaran banget buat saya. Pokoknya besok-besok gak mau kejadian ini terulang. Hanya kelalaian baca informasi jadinya mengganggu kinerja deh.

Baiklah berhubung deadline udah lewat, dan mau gak mau harus tambah waktu lagi buat ngerjainnya. So, mari semangaaaaaat!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s