Ketika Tuhan Punya Rencana yang Lebih Indah

Harusnya saat ini, kami (aku dan suami) tengah berada di udara, menaiki si macam, yang sekiranya akan mengantarkan kami  ke negri Singa…

 

Harusnya, sore ini, si macan akan melanjutkan menemani perjalanan kami  ke tempat dimana terdapat salah satu gedung kembar tinggi di dunia berada. Ya, harusnya…

Rencananya, malam ini kami  tengah berjalan-jalan santai, menikmati malam suasana negri sebrang kemudian istirahat di hotel yang nyaman. Merebahkan kepala kami  ke bantal, tidur dikasur yang empuk, dan berceloteh riang tentang perjalanan seharian.

Rencananya, esok, lusa, dan selanjutnya, kami akan bertandang ke kota tua yang cantik bernama Malaka, ke dataran tinggi bernama genting highlands atau jika sempat mendatangi tempat lahir Michelle yeoh di Ipoh.

                                 Sumber gambar :ezytravel

Rencananya, tepat pada malam Anniversary kami , kami sudah menginjak kembali Negri Singa, menikmati indahnya mass lentern festival yang berada di Chinatown. Sembari mengingat-ingat usia pernikahan kami yang baru menginjak tahun pertama. Lihatlah nanti, betapa romantisnya, aku berkhayal kami  akan berjalan berdua menyusuri jalan-jalan di sekitar Chinatown, diiringi temaram lentera yang warna-warni. Tentunya, momen indah itu akan kami  ingat sampai akhir hayat.

Sumber gambar : singapore-dine

Rencananya, saat di Negri Singa itu, kami biarkan kemana kaki akan melangkah. Entah menyusuri Bugis Street, Little India, Orchard Road, ataupun Sentosa Island. Berpose narsis di patung Merlion, juga tak henti-henti memuji Singapore Botanic Garden. Atau hanya sekedar termenung di Clarke Quay.

                              Sumber gambar :ezytravel

Rencananya saat ini hingga seminggu kedepan, hari-hari kami akan dipenuhi perjalanan. Hari-hari yang akan dipenuhi banyak cerita. Hari-hari hunting makanan khas negri sebrang, nasi lemak, popiah, chili crab, carrot cake, handmade noodle. Hari-hari yang dipenuhi pencarian spot-spot yang pas untuk diabadikan dalam kamera. Hari-hari dimana catatan perjalanan kami setia menemani. Membayangkan harusnya kami sibuk mencatat semua yang pernah kami datangi, waktu tempuh, harga, serta transportasi menuju kesana. Sama seperti apa yang pernah kami lakukan pada perjalanan-perjalanan sebelumnya.

Tapi tidak. Ternyata kami memilih untuk tidak melakukan apa yang telah kami rencanakan beberapa bulan sebelumnya. Kami memilih untuk menghanguskan 8 tiket perjalanan yang telah kami beli sebelumnya. Kami memilih untuk menggagalkan itinerary yang telah dibuat. Memilih untuk menunda sementara mimpi-mimpi anniversary kami. Kami menahan diri untuk tidak bersenang-senang yang pastinya akan menambah pengeluaran.

Apa yang “seharusnya”, kini berubah menjadi “tidak seharusnya”. Apa yang menjadi rencana awalnya, hanyalah tinggal sebuah rencana. Karena Allah ternyata punya rencana lain. Allah punya rencana yang jauh lebih indah dari sekedar apa yang kami rencanakan. Bahkan, Dia sekaligus memberikan rizki dari arah yang tidak pernah kami duga. Alhamdulillah.

Allah mengingatkan ku dengan sangat halus tentang keinginan itu. Keinginan sederhana seorang anak untuk membahagiakan ibunya. Mungkin keinginan yang sama seperti anak-anak lainnya. Keinginan untuk menjadikan nyata, kerinduan ibunda terhadap Baitullah.  Pergi ke tanah suci bersama anak dan menantunya.

Namun, bagai sesuatu yang ajaib. Tiba-tiba tawaran untuk melakukan pendaftaran ibadah haji menghampiri kami (aku dan suami),  tatkala kami merasa sudah bimbang.  Bimbang karena dana yang harus dikeluarkan untuk membiayai haji 3 orang (ibu, aku, dan suami) tidaklah sedikit. Bimbang karena uang tabunganku yang tadinya untuk memenuhi tabungan haji ibu sudah mulai terkikis. Bimbang karena niat awal ku yang sudah hampir berubah, karena tadinya aku mengira, hampir dipastikan aku dan ibu tidak mungkin berangkat haji bersama, ambisikupun mulai “kendur”.

Namun, Allah punya jawaban sendiri, dia menegur dan langsung memberikan hadiah yang sangat indah kepada kami. Tak dinyana suami dan aku mendapat pinjaman tanpa bunga sehingga menghantarkan kami untuk melunasi setoran awal pendaftaran haji. Sementara ibu, dengan berbekal tabungan seadanya, akhirnya bisa ikut bersama. Mulanya aku hanya niat untuk menghajikan Ibu saja, tetapi Allah memberikan bonus yang luar biasa, aku dan suamipun bisa ikut menemani Ibu ke tanah suci.

Biarlah tabungan untuk ibu tetap menjadi untuk ibu. Biarkan niatku itu kembali menyala. Satu keinginan saja, menghajikan ibu. Meski itu harus mengikis semua tabungan travelingku saat ini. Karena itu uang ibu. Itu rizki ibu.

Tak mengapa kami tak berada di tempat yang kami rencanakan beberapa bulan lalu, tak apa kami menghanguskan delapan tiket untuk pergi kesana.  Tak jadi masalah membuang impian anniversary pertama kami.  Asalkan saat ini, nomor porsi haji ibu, aku dan suami sudah terlampir dengan manis di sudut almari :).  Biarlah waktu akan mnjawab apakah kami masih diberikan cukup umur atau tidak.  Paling tidak satu langkah kecil telah kami tapaki. Bismilllah …

 

Advertisements

6 thoughts on “Ketika Tuhan Punya Rencana yang Lebih Indah

  1. Bunda begitu terharu membaca untaian kata-kata Khalida Fitri diatas. Begitu agungnya keikhlasan yang terpancar dari kata-kata itu utnuk ibu tercinta. Subhaanallah. Semoga bertambah berkah rizki Khalida and suami serta rizki buat keluarga tercinta Khalida. Aamiin. Selamat menunaikan Rukun Islam yang Ke-5. Semoga akan tertular kepada bunda. Aamiin.

  2. Amien, makasih Doanya Bun.Doa yang sama untuk Bunda juga, semoga kita semua disempatkan untuk menapak di Tanah suci Amien…:)

  3. Iya, Indah banget mbak rencana Allah, wong mimpi ku cuma ke negri tetangga malah diganti mimpi yang jauh lebih besar, hehe…peyuk sayang juga ke mbak Fadlun 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s