Setahun Kita (A Letter to My Guardian Angel)

Dear My Guardian Angel,

Tidak terasa,  setahun sudah, biduk rumah tangga telah kita jalani.  Banyak hal kita lalui. Banyak tawa menghiasi, pun tak sedikit pula air mata.  Kenangan demi kenangan mulai tersusun didalam memori. Cerita demi cerita mengalir tiada henti.

buy generic cymbalta

Kalau boleh flashback sedikit, mengenai perjalanan kita hingga saat ini. Rasanya tiada kalimat mewakili , selain rasa syukur yang tiada pernah henti. Bersyukur dipertemukan denganmu, sekaligus bahagia bisa berjodoh dengan kamu.

Aku masih ingat awal-awal proses kamu menyatakan ingin menikah denganku. Saat itu juga mulutku kelu.  Bukan aku ge-er apalagi merasa di atas angin, yang terjadi adalah kebingungan tiada terkira.

Aku tidak terlalu mengenalmu, meski kita adalah kawan lama. Pun sama sekali tidak pernah dalam bayanganku, kamulah yang akhirnya menjadi suamiku. Ya, Jodoh memang aneh.  Kita pun berkenalan tanpa melalui proses “pacaran”.  Terserah, orang boleh bilang aku konservatif, sok suci,  naïf atau apalah.  Aku tidak peduli.

Dalam kebimbanganku, aku pun terus bermunajat kepada Sang Maha Kasih. Entah kenapa meski kamu bukanlah orang yang aku impikan untuk menjadi suami, tapi jauh di dalam lubuk hatiku ada keyakinan, kamulah orang yang tepat untuk menjadi Imamku kelak.  Tanpa banyak pertimbangan akhirnya terjadilah proses “lamaran”.  Melamar dengan tata cara orang biasa, tidak perlu berlutut-lutut layaknya artis Hollywood.

Saat itu, kamu boleh tidak percaya, aku bahkan nyaris tanpa “rasa”.  Inilah satu keputusanku yang benar-benar kusandarkan hanya kepada Tuhan. Aku hanya percaya Tuhan telah memberikan jalan terbaik. Akupun membuang semua ego-ku sebagai perempuan dewasa yang punya banyak kriteria calon pendamping. Pun untungnya aku juga bukan pemuja cinta sedemikian rupa. Kita pun akhirnya menikah.

Kalau kata Afgan, “cinta datang tiba-tiba”. Tapi tidak bagi aku.  Cintaku padamu butuh proses. Butuh usaha. Namun,  seiring berjalannya waktu, seiring interaksi kita, cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Orang Jawa bilang “tresno jalaran soko kulino”.   Cinta kemudian menyusup perlahan ke dalam relung-relung hati. Mengisi penuh ruang-ruang batin. Begitu hening. Begitu indah. Begitu syahdu.

Tuhan memang Maha pembolak-balik hati, dalam setahun ini, Dia berikan nikmat kepada kita untuk mencintai dan dicintai. Betapa indahnya. Tak hanya sekedar cinta, tapi juga ikhlas menerima.  Semoga viagra through canada kita menjadi pribadi yang makin mencinta dari hari ke hari, bukan sebatas cinta pada manusia, tapi sejatinya dikembalikan kepada sang Khalik pemilik cinta.

Dear My Guardian Angel,

Percayalah dalam setahun ini, aku mengasihimu setulus jiwa. Meski aku tak terlalu suka mengumbar banyak pesan cinta maupun  foto mesra di sosial media.  Biarlah cinta dan sayang itu mengalun dengan lembut dalam hati kita saja. Bukankah cinta tak ditakar dari banyaknya foto atau kata-kata mesra?apalagi di sosial media.

Setahun ini kau sudah mengajarkan banyak hal padaku.  Terima kasih untuk tetap sabar menghadapi aku, terima kasih untuk tetap setia, terimakasih untuk segalanya. Menemukanmu seperti menemukan malaikat penjagaku. Kamu lah kekasih sekaligus sahabatku. Kamulah Imam dan panutanku.  Terimakasih ya Tuhan mengenalkan aku padamu.

Setahun kita adalah kebahagiaan.

Setahun kita adalah anugrah.

Setahun kita adalah cerita Indah.

Happy Anniversary my guardian angel, I love you :).

 

Advertisements

2 thoughts on “Setahun Kita (A Letter to My Guardian Angel)

  1. Alhamdulillah Allah telah mempertemukan kita, Alhamdulillah Allah menjadikan kita sebagai pasangan yang saling mencintai satu sama lain, dan Alhamdulillah untuk nikmat-nikmat yang tidak terhitung selama satu tahun perjalanan hidup kita bersama.

    Bidadari Surga-ku, saya sangat bersyukur dan berterima kasih dulu sayang mau menerima saya yang mungkin jauuuh dari kriteria pria idamanmu, tapi memang sudah takdirnya Allah yang menyatukan kita, dan saya percaya itu jalan terbaik yang diberikan Allah untuk kita.

    Setelah menikah denganmu saya merasa memiliki kehidupan yang baru dimana ada rasa tenang, bahagia, cinta, dan kasih sayang dalam diri. Saya juga merasa memiliki kepribadian baru yang jauh lebih baik dari ketika masih single, mungkin karena ada sayang di sisi saya terus yang bisa nasehatin dan koreksi saya kalau ada akhlak yang kurang baik. Terima kasih ya sayangku udah membawa saya ke dunia yang baru yang lebih indah.

    Satu tahun ini baru awal perjalanan kita, dan mungkin saja ujian yang sudah kita lewati belum ada apa-apanya dibanding dengan ujian yang akan kita hadapi nanti. Saat ujian itu datang saya hanya ingin kita sabar, saling support, saling koreksi satu sama lain dan selalu menghadirkan Allah dalam hati kita, mudah2an Allah membalas kita dengan sesuatu yang jauh lebih indah di akhirat kelak ketika sayang menjadi Bidadari Surga-ku, amiin, insyaAllah.

    Happy anniversary Bidadari Surga-ku. I love you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s