Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Haji

Alhamdulillah September ini jadi salah satu bulan yang paling menyenangkan di tahun ini. Pasalnya di bulan ini adalah hari jadi pernikahan saya, selain itu ada hal yang sangat membahagiakan buat saya dan keluarga, Allah memberikan kado yang sangat indah di bulan pernikahan saya ini.  Ibu, suami, dan saya bisa juga mendapat porsi haji dari Kemenag.  Bukan karena saya banyak duit, tapi bener-benar karena rizki yang tidak pernah di duga.  Sedikit saya pernah cerita kenapa akhirnya saya bisa mendaftar haji disini.

Untuk mendapatkan porsi haji kita berkewajiban untuk memenuhi syarat dan tata cara pendaftaran haji.  Syarat umumnya sih seperti beragama Islam *ya iyaaalah*, sehat jasmani rohani, dan melengkapi administrasi untuk di bawa ke Kantor Kemenag Kabupaten/Kota yang sesuai domisili di KTP.  Karena saya tinggal di daerah Jakarta Timur, maka kewajiban saya memberikan penyerahan berkas ada di Kantor Kemenag Jakarta Timur yang berada di Jl.Terusan I Gusti Ngurah Rai – Pondok Kelapa, adapaun nomer telpon yang bisa dihubungi di nomor (021) 86615736.  Untuk call center Haji Indonesia bisa lewat line telepon di (021) 500425.

Saat akan melakukan pendaftaran haji, saya agak mengalami kesulitan mempersiapkan berkas administrasi.  Karena informasi yang saya terima melalui om google ternyata tidak cukup memadai.  Sebenarnya kalau mau gampang sih bisa melalui yayasan atau  KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) yang telah ditunjuk oleh Kementrian Agama untuk membantu  pemberangkatan haji.  Akan tetapi, tentu saja ada tambahan biaya khusus sebagai imbalan atas jasa mereka.  Atas saran bapak Mertua saya, lebih baik melakukan pendaftaran secara mandiri, selain jadi lebih ngerti, mendaftar secara mandiri tidaklah sesulit apa yang dibayangkan. Nah, daripada ada tambahan biaya, mending uangnya ditabung buat biaya pelunasan *hehe…dasar koret*

Karena mandiri, kita harus aktif cari informasi, jadi saya minta bantuan sama bank dan juga langsung telpon ke bagian informasi Kantor Kemenag Jakarta Timur.  Adapun dari Kemenag dan pihak Bank akhirnya saya mendapatkan informasi apa saja berkas yang harus dibawa saat ke sana nanti.  Berkas yang harus dibawa adalah sebagai berikut ini.

  1. Fotokopi rekening tabungan yang telah dilegalisir 1 lembar
  2. Surat Kesehatan dari dokter  atau puskesmas
  3. Foto (gak dijelasin berapa banyaknya foto yang harus di cetak, cuman katanya disana ada tempat buat foto dan langsung cetak)
  4. KTP
  5. KK (Kartu Keluarga)
  6. Surat nikah/akte kelahiran /ijazah (pilih aja salah satunya)

Semuanya saya bawa aslinya karena takut ada yang salah.  Lagipula saya diusulkan untuk fotokopi di tempat itu saja, biar lebih jelas, begitu kata bapak informan di Kemenagnya.  Namun demkian saya tetap memfotokopi berkas-berkas tersebut masing-masing 1 lembar.

Secara lebih spesifik saya akan rinci sebagai berikut pengalaman saya dari mulai buka rekening hingga tata cara pendaftarannya.  Semoga bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Syarat pertama yang harus dilakukan adalah membuka rekening haji di bank yang telah ditunjuk oleh pemerintah sebagai penyelenggara haji.  Saldo minimum uang untuk penyetoran pertama ke kementrian Agama adalah Rp 25.000.000.  Namun demikian, tiap-tiap bank memiliki peraturan agar saldo tidak sampai nol ketika dana itu sudah disetor.  Jadi, jika ingin melakukan pendaftaran haji, maka saldo tabungan sudah harus lebih dari Rp 25.000.000. Saya sendiri hanya melebihkan sedikit, sekitar Rp 25.100.000 *uhuy mepet pisan* yah paling tidak jika nanti sudah di debet masih ada Rp 100.000 nya buat tambah-tambah biaya pelunasan :D.  Nah kalo itu udah, minta deh dilegalisir butab nya biar afdhol, daripada saat udah ke Kemenag nanti disuruh balik ke bank lagi.

 Selesai urusan buka rekening, mulailah tahap selanjutnya yaitu, cek kesehatan.  Kami akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri di Puskesmas Kecamatan terdekat. Saya pikir pemeriksaan seputar yang umum-umum saja seperti surat kesehatan persyaratan CPNS  dan bisa selesai dalam 1 hari. Ternyata tidak…Cek kesehatan mesti lengkap seperti layaknya Medical Check-up. Ada tes darah, tes urin, rontgen thorax, dan juga rekam jantung (EKG).  Sebenarnya agak bingung juga kan kami berangkat haji nya masih lama, kenapa juga harus periksa lengkap. Tapi karena ibu di bagian poly haji nya udah bilang itu sudah prosedurnya, yah kami ikutin aja deh. Kita pun melakukan tes yang dimaksudkan. Karena di Puskesmas yang kami datangi tidak ada rekam jantung dan juga rontgen, maka jadilah kami di rujuk kerumah sakit Haji, Pondok Gede. Untuk saya dan suami tidak ada gangguan kesehatan apa-apa, sehingga surat dokter tidak sulit kami dapatkan.  Karena kami pasien rujukan, maka surat dokter kembali saya bawa ke Puskesmas, dan keluarlah surat sakti berwarna hijau itu yang di dalamnya terdapat informasi kesehatan.  Sementara ibu saya, karena mengidap diabetes, maka surat sakti sulit keluar, Ibu saya harus melewati serangkaian test untuk memastikan gula darahnya kembali normal.  Jadilah kami ikut menemani ibunda, yang harus bolak-balik untuk tes lab dan konsultasi dokter. Akhirnya diminggu ketiga surat dokter akhirnya keluar juga. Total biaya yang dikeluarkan untuk melakukan cek kesehatan saya sendiri kira-kira sebesar Rp 462.500.

                                                Surat Sehat dari Puskesmas

Setelah dirasa cukup, kami pun berangkat ke Kankemenag Jak-Tim dengan membawa berkas-berkas yang disyaratkan.  Sampai disana sekitar pukul 09.30 pagi,kami di sambut oleh bagian administrasi di bagian haji. Ternyata hari itu antrian sudah cukup banyak.  Setelah melihat dokumen kami, maka beliau menyuruh seorang office boy untuk membantu memfotokopi dokumen sesuai prosedurnya dan melakukan foto di ruang yang telah disediakan.  Bagi yang berjilbab, jangan memakai jilbab putih karena latar belakangnya juga putih.  Sebaiknya yang kontras aja, hitam, merah, biru dsb, yang pasti jangan putih. Fotoyang dicetak  harus minimal 75 persen wajah.  Selesai office boy memfotokopi dokumen saya, kemudian oleh Ibu yang tadi semua berkas fotokopian dirangkap jadi satu di map berwana hijau (harus pake map dari Kankemenag, mungkin biar seragam semua).  Adapun berkas pendaftaran yang telah difotokopi dengan rincian sebagai berikut :

  1.  Fotokopi surat Kesehatan dari dokter  1 lembar
  2.  Foto kopi KTP yang masih berlaku 5 lembar, masing-masing diperbesar 200%
  3.  Fotokopi rekening tabungan haji Nominal Rp 25.000.000  sebanyak 1 lembar
  4.  Fotokopi KK (Kartu Keluarga) 2 lembar
  5.  Fotokopi surat nikah/akte/ijazah (pilih aja salah satunya) 2  lembar.

*catatan:hati-hati dokumen asli yang tercecer, pastikan semua dokumen asli sudah kembali kepada anda.

                                     Contoh fotokopi KTP diperbesar 200 persen

Setelah itu saya di berikan cd foto lengkap dengan beberapa lembar fotonya dengan rincian foto 3×4 sebanyak 40 lembar dan 4×3 sebanyak 8 lembar. Berdasarkan info dari Ibu tersebut, foto untuk ibadah haji harus foto yang sama dari mulai pendaftaran sampai berlangsungnya ibadah haji.  Untuk biaya fotokopi,dsb perorang total sekitar Rp 97.000, meliputi biaya fotokopi Rp 15.000, biaya map hijau Rp 7.000 dan foto Rp 75.000.

Alur pendaftaran haji

Setelah selesai semua kita akan mengikuti alur pendaftaran haji, pertama calon jamaah haji mengambil dan mengisi formulir SPPH (surat pendaftaran pergi haji), kemudian mengambil nomor antrian pendaftaran, setelah nomor kita dipanggil kita pergi ke loket 1 untuk menyerahkan berkas pendaftaran yang telah disusun dalam map hijau.  Setelah itu kita dipanggil ke loket 2 untuk foto (fotonya beda sama yang tadi ya, yang ini khusus untuk pendaftaran, gak tau juga kenapa harus dibedain?!@#&’).  Kita harus menunggu sebentar untuk kemudian dipanggil untuk penyerahan SPPH dan tanda tangan di loket 3.  Printout SPPH dibawa ke BPS (Bank Penerima Setoran) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

 Untuk menghemat waktu, maka kami pun langsung pergi ke cabang BPS-BPIH yang telah tersambung secara online dengan siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu).  Karena yang terdekat saat itu ada BSM cabang pondok kelapa, maka kamipun kesana.  Sampai disana ternyata kami salah Bank.  Rupanya BSM yang kami datangi sudah masuk wilayah Bekasi, sehingga setoran BPIH tidak bisa dilaksanakan.  Karena ada ketentuan bahwa penyetoran BPIH harus dilakukan pada BPS BPIH  domisili calon jamaah haji. Jadi kami disarankan menuju BSM cabang Kalimalang.  Alhamdulillah jaraknya tidak begitu jauh, sekitar 1 Km dari BSM Pondok Kelapa.  Setelah sampai di BSM Kalimalang, akhirnya diproseslah sama mbak CS nya. Iseng-iseng saya tanya ke mbak CS nya, kira-kira secara rata-rata untuk DKI Jakarta keberangkatan haji yang daftar tahun ini tahun kapan berangkatnya? Si mbak dengan cepat dan datar menyebut, “yah kira-kira 10-13 tahun lagi” (MasyaAllah lama amat ya, hehee).  Saya yang mendengar terperangah, akhirnya cuma bisa senyum-senyum dikulum-kulum.   Namun si mbak pun menjelaskan bisa jadi dipercepat keberangkatannya karena ada sesuatu hal seperti ada calon jamaah haji yang sakit, meninggal dunia, hamil ataupun tidak dapat melunasi BPIH nya. Yang penting sering-sering aja mengecek ke website kemenagnya, begitu saran beliau. Kemarin-kemarin sempat juga sih lihat berita, katanya pemerintah Saudi mau nambahin quota Jamaah Haji Indonesia di tahun 2016 di link ini.  Angin yang sangat segar untuk calon jamaah haji.

Baik, balik ke pendaftaran, setelah dapet tanda terima dari BSM,  kami balik lagi deh menuju Kankemenag Jak-Tim, langsung menuju loket 4 untuk pengembalian BPIH setoran awal dari Bank.  Dari pihak Kankemenag meminta foto 3×4 sebanyak 3 lembar (ambil dari foto yang udah dicetak pas pertama tadi), kemudian kami diberi semacam tanda terima dan nomor porsi haji.

Alhamdulillah, selesai jugalah tahap awal proses pendaftaran haji. Rasanya setelah mendapat porsi haji itu lelah-lelah menunggu antrian, bolak-balik rumah sakit, bolak-balik ke bank sudah tidak terasa.  Berganti jadi rasa bahagia dan syukur tidak terkira.  Tak apalah biarpun harus menunggu antrian yang mengular, paling tidak langkah kecil ini telah kami lalui.  Perkara nanti cukup umur atau tidak, jadi atau tidak biar kami hanya pasrahkan hanya kepada Mu Ya Allah. Ya Allah sempatkanlah kami menuju Rumah Mu, sempatkanlah kami menginjakan kaki ke tanah suci, Ridhoilah niat kami..…Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik, La Shareek Laka, Labbaik.

 

Sedikit catatan soal singkatan-singkatan seputar pelaksanaan Ibadah Haji :

Kankemenag   :  Kantor Kementrian Agama

KBIH                  :  Kelompok Bimbingan Ibadah Haji

SPPH                  :  Surat pendaftaran pergi haji

BPS                     :  Bank Penerima Setoran

BPIH                  :  Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji

Siskohat           :  Sistem Komputerisasi Haji Terpadu

Advertisements

9 thoughts on “Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Haji

  1. Baca2 koq keliatannya mudah ya, padahal kemarin sepertinya penuh perjuangan, hehehe ..semoga informasinya bermanfaat bagi pendaftar haji yang lain 🙂

  2. Wah, cukup lengkap juga apa yang ditulis diatas tentang syarat-syarat dan tata-cara pendaftaran untuk Haji. Pastinya seseorang itu harus melalui Kamkemenag wilayah bersangkutan dimana kita tinggal. Nice info.

  3. Hehhee…nanti kepanjangan kalo diceritain semua :D:D, yang paling penting mengenai informasi pendaftaran hajinya tersampaikan.

  4. Nice share. Insya Allah tahun ini dpt porsi jg berdua suami. Tapi daftar aku harus ke Jogja pdhl skrg lg di Sumatra. Moga2 bisa cepetan ke Jogja-nya, Jogja antriannya lbh panjang lagi krn kuotanya hanya sedikit.

  5. Alhamdulillah Mak Lusi bisa dapet porsi tahun ini juga, iya deh Mak semoga cepet ke Jogjanya. Soalnya makin lama, antrian malah makin “ngular”. Yah sabar-sabar aja deh kita ya Mak, mana tau ada keajaiban jadi bisa berangkat lebih cepat hehe …makasih komentnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s