Soal Mimpi dan Rasa Bangga…

Waktu itu, saya pernah dipandang sebelah mata oleh kawan saya mengenai mimpi dan apa yang menjadi kebanggaan saya.  Sederhananya, saya pernah bilang kalau saya tidak ingin terlalu bicara banyak soal mimpi yang besar. Kening kawan saya itu berkerut, sambil nanya, “emang kamu gak punya impian atau kebanggan yang besar ya?” Mungkin saya terlihat seperti seorang yang plegmatis dihadapannya yang begitu menggebu-gebu menceritakan impian-impiannya yang wah.

alternative for prednisone

Dari sekelumit bincang-bincang viagra online purchase sederhana itu, saya jadi mengerti kalo kebanggan yang dimaksudkan tadi  adalah impian menjadi sukses.  Sukses versi kebanyakan orang.  Punya uang banyak, karir cemerlang, kuliah di luar negri, dan bisa keliling dunia.  Tak salah memang, siapa yang tak ingin memiliki itu semua.

Jujur saja, dulu waktu kuliah memang benar saya punya impian-impian  yang kurang lebih sama seperti kebanyakan orang.   Namun, semakin kesini saya jadi semakin sadar dengan apa yang ingin saya capai dan apa yang ingin saya banggakan.  Punya impian besar itu harus, bahkan dianjurkan oleh motivator.  Namun jauh lebih penting mimpi itu direalisasikan.

Bagi saya, kebanggaan itu adalah kepuasan milik saya sendiri. Saya  tidak ingin meniru-niru orang lain.  Karena setiap orang punya passion, keinginan, dan juga kebutuhan sendiri.  Boleh jadi, kuliah diluar negri itu impian bagi si A, tapi belum tentu itu jadi impian si B. Begitu juga dengan saya. Orang mungkin bangga punya mimpi keliling dunia, tapi saya lebih bangga kalo saya bisa menghajikan orang tua saya terlebih dahulu, dan bukan sekedar mimpi.

Jadi, saya tidak bangga dengan impian yang besar, yang saya banggakan adalah mimpi yang tercapai.  Sekarang meskipun apa yang saya capai baru baru sebuah tapak kecil tapi saya cukup bangga. Saya cukup bangga karna buku saya pernah bertengger di toko buku, atau sekedar jadi hiasan di perpustakaan sekolah. Tak apa, karena saya pernah bercita-cita jadi penulis saat saya masih kecil.  Saya bangga ketika suami mengajak saya untuk memulai usaha kecil-kecilan, meskipun masih butuh proses perjuangan.  Tak mengapa, karena itu juga pernah menjadi keinginan saya. Saya tetap bangga dengan itu semua. Bagi saya mendapatkan sesuatu yang kita inginkan dengan proses kerja keras ya itu kebangggan.  Meraih mimpi-mimpi kecil sebelum mencapai impian yang besar itu pun juga kebanggaan.

Advertisements

4 thoughts on “Soal Mimpi dan Rasa Bangga…

  1. Menurut saya, sah-sah saja memiliki impian besar asal kita menyusun rencana strategis untuk mencapai mimpi itu. Asalkan mimpi itu positif dan punya manfaat, tentu sangat elok untuk diwujudkan. Yup, bangga memang ada dalam hati, kita sendiri yang merasakan. Tak perlu meniru atau pura-pura karena mengejar pujian orang. Ada banyak alasan untuk merasa bangga, dengan sekecil apa pun yang kita miliki atau lakukan. Salam kenal dan semoga menang! :0

  2. Ya sah mas, kan mimpi gak bayar,hehee :). Eh bener banget itu menyusun rencana strategis untuk mewujudkan mimpi, wow jadi dapet pencerahan nih. Trims sudah mampir, makasih juga didoakan, hahaa… Salam kenal and sukses juga untuk kontesnya 🙂

  3. ya betul mbak :), dan tiap orang mimpi dan rasa bangganya juga berbeda. Terimakasih mbak, jury visit nih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s