Resensi Film “99 Cahaya di Langit Eropa” (Bagian 1), Sebuah Perjalanan Menemukan Cahaya

Berangkat dari Novel laris berdasarkan kisah nyata, karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra,  novel tersebut akhirnya diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama dengan judul novelnya “99 Cahaya di Langit Eropa”.  Film yang mengarah pada tema religi ini, mengisahkan tentang bagaimana perjalanan pengalaman hidup seseorang, dalam hal ini Hanum (Acha Septriasa) dan Rangga (Abimana Aryasatya),  menemukan kebaikan melalui tema besar yang sangat menarik, yaitu menjadi agen muslim yang baik.  Cerita dan konflik yang dikemas sangat menarik dengan tokoh-tokoh yang hidup di dalam novelnya.

 

 

Picture taken from : here

Bermula dari perjalanan Rangga ke luar negri untuk menempuh pendidikan S3 nya di Austria, yang ditemani oleh Hanum sang istri.  Merasa jenuh karena tidak ada aktivitas di negri orang, Hanum akhirnya mendaftar kursus bahasa Jerman. Dari sana dia bertemu dengan Fatma (Raline Shah), seorang Muslimah dari Turki.  Fatma yang memiliki anak bernama Ayse (Gecchae), kemudian mengajarkan Hanum banyak hal, termasuk menjejaki kebesaran Islam di Eropa serta menjadi agen muslim yang baik.

Penonton dibuat terkesima lewat adegan  di sebuah kafe  dimana Fatma membalas orang-orang yang menghina negaranya dengan cara yang tidak biasa. Hal ini menjadi scene yang paling menarik.

Picture taken from : here

Sementara itu, Rangga yang berkutat dengan studinya,  memiliki konflik batin tersendiri ketika dia sebagai minoritas harus mempertahankan ibadah sesuai dengan keyakinannya serta menghadapi lingkungan pergaulannya bersama teman-temannya Khan (Alex Abbad), Stefan (Nino Frenandez), dan Maarja (Marissa Nasution) di kampus.

Namun demikian, dalam sebuah kesempatan, Hanum akhirnya memulai perjalanannya. Ditemani dengan Rangga, mereka menelisik beberapa sejarah di Eropa.  Apalagi pertemuan mereka dengan seorang muallaf bernama Marion (Dewi Sandra) membawa mereka kepada petualangan spiritual yang luar biasa. Perjalanan tersebut akhirnya menjadi perjalanan menelusur potongan-potongan sejarah Islam di Eropa dan memahami cahaya demi cahaya tentang agamanya.

Picture taken from : here

Adegan paling menguras emosi berhasil diperankan oleh Gecchae (Ayse), tatkala Ayse mengajak Marion untuk belajar mengaji.   Kepolosan dan keikhlasan Ayse terasa sangat natural, dan kepasrahan yang ditunjukan oleh Marion sangat menyentuh.

Desainer muda Dian Pelangi turut ambil bagian dalam film ini.  Tidak hanya menampilkan karya rancangannya, Dian Pelangi juga berhasil berakting untuk memerankan tokoh Latife.  Bahkan, penulis Hanum Salsabila Rais turut ambil bagian dalam berakting.  Kejutan lainnya adalah penampilan khusus dari Fatin Sidqia Lubis, juara X Factor Indonesia.

Skenarionya agak berbeda dibanding cerita di novel, seperti penambahan beberapa tokoh yang tidak ada didalam novelny atau porsi peran yang lebih besar dibandingkan dengan di dalam novel.  Beberapa adegan juga tidak sama persis dengan novelnya.  Bagi sebagian pembaca novelnya, mungkin akan merasa sedikit canggung dengan pemangkasan dan perubahan beberapa ceritanya.   Namun demikian, hal itu masih wajar selagi tidak mengurangi esensinya.

Film yang diproduksi oleh Maxima Pictures telah dipercayakan dengan disutradarai oleh Guntur Soeharjanto.  Oleh Guntur Soeharjanto, film “99 Cahaya di Langit Eropa” dibagi menajadi dua bagian.  Hal ini dilakukan agar semua bagian dalam bukunya dapat terangkum, sehingga tidak ada hal yang terlewat.

Dalam bagian pertama latar belakang film ini bersetting di Vienna (Austria) dan Paris (Prancis),  sementara bagian kedua dilakukan di  Cordoba (Spanyol) dan Istanbul (Turki). Keelokan dan keindahan alam dalam setting lokasinya memanjakan mata yang melihatnya.  Tidak lupa, pengambilan gambar di tempat-tempat penting dan tempat-tempat memiliki nilai sejarah Islam di Eropa seperti di Museum Vienna, Museum Louvre, Bukit Kahlenberg, Menara Eifel,  dan tempat-tempat lainnya memberikan nilai yang sangat berharga.

Film yang penuh dengan semangat persaudaraan dan cinta ini  memuat pesan amat dalam tentang moralitas, spiritualitas, serta humanitas.  Tak hanya itu, Film ini juga menggambarkan keragaman serta kekayaan warisan budaya Eropa, toleransi antar umat beragama, serta pendidikan yang ada di Eropa.

Meskipun film ini bertema religi, akan tetapi film ini mengangkat wajah Islam modern, yang tentunya tak hanya bisa dinikmati oleh penonton muslim saja, tetapi juga umat lainnya. Mungkin, bagi beberapa mahasiswa muslim Indonesia yang tengah menjadi minoritas  di luar negri, film ini seolah mewakili perasaan mereka yang tinggal di sana.  Bagi orang-orang yang pernah mengecap pendidikan dan tinggal di Eropa, film ini seperti kembali membuka memoar  mereka tentang Eropa.  Bagi  yang belum pernah ke Eropa, film ini seolah mengajak kita untuk ikut atau setidaknya memiliki impian untuk pergi ke sana.

Jadi, tidak ada ruginya menonton film ini, selain menambah wawasan, banyak hal lain yang bisa kita petik.  Film “99 Cahaya di Langit Eropa” serentak akan ditayangkan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 5 Desember 2013.

Beberapa foto saat adegan film “99 Cahaya di Langit Eropa dapat dilihat disini.

 

Jenis Film : Drama
Produser : Yoen K, Ody Mulya Hidayat
Produksi : Maxima Pictures
Sutradara : Guntur Soeharjanto
Homepage : www.maximapictures.com

Advertisements

2 thoughts on “Resensi Film “99 Cahaya di Langit Eropa” (Bagian 1), Sebuah Perjalanan Menemukan Cahaya

  1. film yang ngga ada tembak2an dan ledakannya, sepertinya hampir dipastikan bisa tertidur sepanjang berjalannya film ini, hehe….keren liat teaser pemandangan di trailernya, bukannya pengen nonton tapi malah pengen ke eropahnya 😀 #uhuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s