Dulux Easy Clean “Forgiveness is Easy”

???????????????????????????????

Dari dulu saya gak pernah ngerti, kenapa ya anak kecil koq suka banget  corat-coret tembok? padahal para orang tuanya sudah menyiapkan kertas untuk dipakai buat corat-coret.  Tapi yah tetep aja magnet tembok lebih menarik perhatian.  Sama halnya ketika saya kecil.  Pokoknya kalau belom nyorat-nyoret tembok  rasanya gak afdhol gitu.  Bagi yang pernah kecil, pasti tau deh rasanya kepuasan bisa nyorat-nyoret tembok, sebelum akhirnya kena semprot  dari para orang tua kita, hehe.

Seiring berjalannya waktu, meski saat ini gempuran teknologi dan kemajuan begitu dahsyat dalam memengaruhi pola pikir anak-anak, tetep aja tuh tembok masih jadi tempat yang asik buat corat-coret anak.

Nah, apa yang saya fikirkan itu terjawab sudah ketika ada launching produk terbaru dari Dulux, yaitu Dulux Easy Clean “Forgiveness is Easy”, yang dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2014 di Chipmunks Playland Kota Kasablanka.   Tempatnya launchingnya pas banget sama temanya, karena di tempat bermain anak-anak.  Alhasil para undangan yang membawa anak-anak tidak khawatir akan menjadi bosan.  Yang ada, anak-anaknya malah gak mau pulang hehee…

???????????????????????????????

Oke, balik ke topik soal corat-coret tembok, Ratih Ibrahim, seorang psikolog yang juga menjadi nara sumber dalam acara tersebut mengatakan, adalah sebuah kewajaran bagi anak-anak untuk mengeskspresikan kreativitas mereka di sebuah kanvas yang besar, seperti tembok atau dinding, karena kemampuan motorik anak-anak belum berkembang.  Bagi anak-anak, tembok adalah sebuah kanvas raksasa sebagai tempat berekspresi.  Sayangnya, menurut Ibu Ratih,  54 persen orang tua saat ini keberatan jika anak-anak mereka membuat rumah kotor.  Padahal anak-anak tidak dapat tumbuh secara optimal jika orang tua tidak mengizinkan mereka bebas berkespresi.

Hal ini pernah juga menjadi masalah ketika artis cantik Mona Ratulia membesarkan anak pertamanya.  Menurut pengalaman Mbak Mona, beliau merasakan sekali ketika begitu protected dalam membesarkan anaknya, membuat anaknya menjadi antipati dan menolak.  Sehingga saat ini, beliau terus memperbaiki diri serta menjalin komunikasi yang baik dalam membesarkan anaknya.

???????????????????????????????

Para Narasumber

Atas permasalahan itulah, Dulux Easy Clean baru ini menjadi solusi tepat bagi para orang tua yang ingin anaknya bebas bereksplorasi, namun tetap ingin keindahan warna pada dinding bertahan lama.   Kenapa jadi solusi? ternyata Dulux easy clean ini memiliki formula pelapis film khusus yang dapat menahan noda masuk ke lapisan dinding dan mengandung zat penahan cairan serta penghilang noda atau biasa disebut dengan Kidproof Technology.  Jadi kalo anak-anak doyan corat-coret tembok tapi temboknya sudah dilapisi oleh Dulux easy clean, forgiveness is easy bagi para orang tua, karena kita hanya tinggal mengelap atau menggosok nodanya saja dengan lap basah, dan tembokpun jadi cling-cling seperti sedia kala.  Dalam acara tersebut media dan blogger juga dipersilahkan mencorat-coret dinding yang telah dilapisi Dulux Easy Clean.  Hasilnya memang benar bisa dihapus loh, cucok deh buat para ortu yang memiliki anak-anak yang suka corat-coret.  Kalau  mau bukti, coba sendiri aja ya.

Acara Press Conference Dulux easy clean  pun ditutup dengan sesi foto-foto dan wawancara.  Tidak melewatkan kesempatan, para anggota Kumpulan emak-emak blogger yang hadir  juga turut berfoto-foto bersama.

 

???????????????????????????????

Foto bersama Mbak Mona…*gagal fokus*

Advertisements

12 thoughts on “Dulux Easy Clean “Forgiveness is Easy”

  1. Faizku sejak kecil sudah mencoret bukan hanya dinding Mak, sprei dan baju abinyapun kena. Semakin besar, usia 4 tahun, Faiz semakin giat melukis di dinding, dengan bangga memperlihatkan gambarnya yang semakin berbentuk. Aaaich aku enggak diajak.

  2. Ada teman yang bilang ” anaky ang suka coret tembok karena tak diarahkan untuk menggambar/mencorat-coret di “tempat yang benar”.
    Akhirnya saya harus mengatakan tak sependapat dg perkataan ini. Buktinya anak-anakku disediain buku segambreng tetep coret-coret di tembok.Sekarang setelah anak-anak agak besar dan tak lagi coret-coret, ganti emaknya sayang mau ngapus tuh coretan. bener maak, akhirnya sampai sekarang tembok belum saya cat ulang. ha..ha…

  3. @Indah Juli : Sama mak,daku termasuk konsumen yang loyal kalo taunya merk itu ya merk itu yang di beli gak beralih-alih, termasuk beli cat tembok ini hehe. Trims sdh berkunjung mak ^^.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s