Temukan Pasien TB : Bantu dan Jangan Malu !

Sebelumnya, saya tidak terlalu peduli dengan penyakit tuberculosis atau TB ini.  Karena tidak ada riwayat di dalam keluarga dengan penyakit TB, maka saya pun tidak ambil pusing untuk mencari tahu.  Saya pun mengira saya akan aman-aman saja.  Sampai suatu ketika, saya jatuh sakit dan dokter lewat serangkaian tes dahak serta rontgen dada akhirnya menyatakan kalo saya positif terkena Tuberculosis Paru.  Sontak kagetlah saya bagai petir di siang bolong. Kok bisa sih saya kena TB? apa gaya hidup saya kurang bersih?  atau lingkungan saya yang kurang bersih? Pertanyaan demi pertanyaan mengalir di dalam otak saya.

Ketika kabar saya sakit  terdengar oleh keluarga saya.  Keluarga pun hanya menasehati saya untuk selalu menjaga kesehatan dan bergaya hidup bersih.  Saya pun rutin ke dokter dan selalu minum obat dengan disiplin.  Tidak pernah sekalipun saya “ngeyel” dan tidak disiplin meskipun di tengah perjalanan saya merasa sudah sehat.  Hasilnya dalam enam bulan saya sudah terbebas dari penyakit TB.

Kejadian itu sebenarnya sudah 10 tahun berlalu. Tepatnya saat saya masih duduk di bangku kuliah.  Saat itu, saya memang tinggal berjauhan oleh orang tua saya.  Saya yang kebetulan berkuliah di kota pendidikan, Yogyakarta,  harus meninggalkan keluarga yang tinggal di Jakarta.  Akan tetapi, dari kejadian ini saya menjadi belajar untuk lebih aware untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Apa itu TB ?

Terkadang kita menjadi lebih peduli terhadap sesuatu hal, tatkala hal itu berkaitan langsung dengan diri kita sendiri.   Hal ini juga berlaku pada diri saya.  Gara-gara saya divonis kena TB Paru.  Akhirnya mulailah mencari tahu dan banyak bertanya kepada dokter tentang hal yang berkaitan mengapa TB dan mengapa saya bisa terkena TB?

TB atau tuberculosis adalah  penyakit ini disebabkan kuman yang bernama Mycobacterium Tuberculosis.  Pada seseorang yang mengalami daya imun atau ketahanan tubuh menurun atau buruk, kekurangan gizi, atau  lingkungan yang buruk dan mengandung kuman TB, akan lebih mudah terinfeksi TB.

Sejauh yang saya tahu, TB pada umumnya menyerang paru-paru.  Maka dari itu nama TB Paru ini oleh orang awam seperti saya kebanyakan disebut flek paru-paru.  Meskipun TB ini lebih sering mengenai paru-paru, akan tetapi TB juga bisa menyerang organ tubuh lain loh, seperti usus, kulit, kelenjar getah bening, hati, tulang, ginjal, kandungan, tulang, bahkan bisa menyerang otak.

 sebar_tbc

Sumber : http://medicastore.com/tbc/penyakit_tbc.htm

 

Maka dari itu, kita harus tahu gejala nya sebelum terlambat.  Karena bukan main-main loh dampak dari penyakit TB ini apabila tidak ditangai dengan benar, bisa menyebabkan kematian.

 Gejala penyakit TB

Sebagai mantan penderita penyakit TB, maka beberapa gejala yang pernah saya alami adalah sebagai berikut ini :

  • Batuk dalam jangka waktu yang lama
  • Batuk diiringi dengan dahak darah
  • Keringat dingin
  • Demam
  • Mudah lelah
  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan susah bertambah

Kebanyakan penderita TB, terkadang acuh dengan gejala awal seperti batuk dalam jangka waktu yang lama.  Ini juga yang menjadi pengalaman saya.  Gara-gara sibuk dengan aktivitas kuliah, sehinggamengabaikan tanda-tanda yang dibawa oleh tubuh ini.  Padahal kalo dibiarkan akan berbahaya baik bagi diri sendiri maupun untuk lingkungan.

Kenapa saya bisa terkena TB ?

Seperti pada awal yang pernah saya ceritakan.  Awalnya saya bingung mengapa saya bisa terkena penyakit TB ini.  Saya kira, lingkungan kost-kostan saya baik-baik saja.  Semua penghuni kost tidak ada yang mengidap TB.  Gaya hidup saya pun tidaklah “asal-asalan”.  Akan tetapi, tidak dipungkiri dalam aktivitas keseharian, tentunya saya bergaul dengan siapa saja.  Maka, menurut dokter, bisa jadi saya ketularan orang yang sebelumnya mengidap TB dalam kondisi imunitas badan saya yang lemah, akhirnya saya pun tertular.

Penyakit TB ini ditularkan melalui udara dan juga melalui percikan dahak penderita TB.  Jadi, apabila seseorang penderita TB berbicara, batuk, bersin, atau meludah, mereka akan memercikkan kuman TB ke udara.  Nah, orang lain dapat tertular dengan TB karena menghirup kuman TB tersebut.  Bahkan, penderita yang terdiagnosa TB dengan status TB BTA (Basil Tahan Asam) positif dapat menularkan sekutidaknya kepada 10-15 orang lain setiap tahunnya.  Wow….betapa bahayanya kan!

Siapa saja yang bisa terkena TB ?

Pada umumnya yang dapat terkena TB adalah seseorang dengan usia produktif yaitu sekitar umur 15-55 tahun.  Karena pada umur-umur demikian, kita akan banyak berinteraksi dengan orang lain.  Namun demikian bukan tidak mungkin penyakit TB ini juga menyerang orang-orang di luar umur produktif.  Anak-anak dan orang yang sudah tua contohnya, adalah golongan yang termasuk rentan.  TB pada anak-anak balita juga sudah banyak loh, jadi tetep waspada yah.

Temukan Pasien TB : Bantu dan Jangan Malu!

Penyakit TB adalah penyakit menular yang berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.  Untuk itu sudah semestinya kita membantu para pasien TB supaya mereka dapat sembuh dan keluar dari penyakit tersebut.  Dengan cara apa kita membantu, bisa dengan support dan juga informasi yang benar.  Ingatkan dengan cara yang baik keluarga, teman, sahabat, atau orang-orang yang terindikasi TB untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.  Jangan lupa bawa pasien TB ke puskesmas, rumah sakit, atau dokter terdekat agar dapat ditangani dengan baik.  Ingatkan untuk tidak meludah sembarangan.  Jangan lupa selalu pakai masker jika batuk.  Hati-hati jika menggendong anak kecil, jangan asal nyium dan batuk di depan mereka.  Bantu pasien TB untuk selalu disiplin minum obat, serta konsultasi dokter.  Karena apabila pasien TB menghentikan pengobatannya,  hal itu membuat si kuman kebal dan pengobatan harus diulang kembali.

Penyebab-TBC

Sumber : http://paru-paru.com/penyebab-tbc/

Bagi para penderita TB Jangan malu karena terkena TB.  TB bisa sembuh asal disiplin dan mau menjaga lingkungan dengan sehat dan baik.  Hal yang paling penting adalah jangan sampai membuat orang ketularan TB gara-gara diri ini kena TB.   Hal yang sama juga pada keluarga, kerabat, atau kenalan orang yang kena penyakit TB.  Selalu support dan ingatkan untuk tidak menularkan kepada orang lain serta menjaga lingkungan dengan sehat dan bersih.

Referensi :

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Temukan Pasien TB : Bantu dan Jangan Malu !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s