Wisata Komplit di TMII (39 Tahun TMII Bertransformasi)

Kemana kaki melangkah ketika liburan di depan mata? wisata ke mall belanja-belanji sekaligus cuci mata, bosen juga.  Mau jalan-jalan keliling Indonesia seperti para pelancong yang kian marak saat ini, asik sih tapi terkendala waktu dan biaya tentunya. Harus ada perencanaan yang matang saat akan berkunjung ke daerah-daerah Indonesia lainnya.  Terus kemana lagi dong?

Nah pertanyaan itu, sempat menjadi pertanyaan saya saat weekend menjelang.  Inginnya sih ya ada yang didapat ketika saya liburan.  Entah pengetahuan, entah pengalaman. Pokoknya liburan yang gak hanya buang-buang uang aja…titik! .  Nah saat itulah, terbetik keinginan untuk mengunjungi tmii (Taman Mini Indonesia Indah).  Apalagi saat ini TMII telah berusia yang 39 tahun.  Bagi manusia usia yang cukup dewasa tentunya.  Kini TMII pun telah bertransformasi, tak hanya menawarkan wisata budaya tetapi juga hal lain.

???????????????????????????????

Pintu Masuk TMII

Wisata Budaya

TMII memiliki anjungan seluruh provinsi di Indonesia. Sesuai taglinenya sebagai pesona  Indonesia, di dalam anjungan tersebut kita bisa berwisata budaya karena terdiri dari bangunan rumah adat masing-masing provinsi beserta dengan pakaian adat, benda-benda adat serta informasi tentang kebudayaan provinsi tersebut di masing-masing anjungan.  Mulai dari Aceh hingga ke tanah Papua. Seiring terjadinya pemekaran provinsi di Indonesia, Anjungan di TMII pun ikut bertambah, dari yang mulanya 27 provinsi saja, kini sudah lengkap dengan beberapa tambahan menjadi 33 provinsi.  Karena keterbatasan lahan, beberapa provinsi baru di buat dalam satu blok.  Akan tetapi, tetap tidak mengurangi informasi atas provinsi tersebut kok.  Bahkan, masih ada juga Timor-Timur yang dahulu pernah menjadi provinsi di Indonesia, anjungan Timor-Timur kini menjadi Museum Timor-Timur, hal ini mengingatkan kita bahwasanya Timor-Timur pernah menjadi bagian dalam Indonesia, dan menjadi catatan sejarah di Indonesia yang tidak boleh kita lupakan.

Tidak sebatas informasi umum, informasi yang diberikan TMII cukup detil dan representatif.  Salah satu pengalaman saya adalah ketika memasuki anjungan Sumatra Utara.  Saya dibuat terperangah, bahwasanya dalam Sumatra Utara sendiri terdiri dari beragam suku.  Sehingga rumah adatnyapun berbeda-beda meskipun masih dalam satu provinsi, ada rumah adat Batak Toba, Batak Karo, Nias, Melayu, Pak Pak Dairi, dan Simalungun.  Masing-masing adat pun beragam lagi budayanya, tata cara serta adat istiadat nya.  Itu baru satu provinsi aja loh, bayangkan kita punya 33 provinsi.

anjungan sumut

anjungan sumut

Rumah Gadang di anjungan Sumbar

Rumah Gadang di anjungan Sumbar

Tak hanya sebagai anjungan atau bangunan saja, terkadang jika ada acara tertentu, dalam anjungan ini diadakan pameran sesuai dengan provinsi terkait.  Bisa dengan pertunjukan kesenian, seperti tari-tarian, nyanyian, drama atau wayang, dan lain sebagainya.

Kalau kita butuh informasi sesuatu, tenang di TMII ada guide yang membantu menjelaskan informasi seputar daerah tersebut. Kita bisa bertanya-tanya seperti mengapa sih rumah adat ini kok bentuknya begini, filosofinya apa, apa makna upacara tertentu di provinsi tersebut, dan lain sebagainya.   Kalau tidak cukup bertanya-tanya kita bisa meminta rekomendasi literatur atau buku yang terdapat di perpustakaan di dalam anjungan TMII.  Buku boleh di baca sepanjang masih ada di dalam kawasan perpustakaan.

Tidak hanya anjungan provinsi saja, di dalam TMII juga disediakan rumah ibadah sesuai dengan agama yang diakui di Indonesia, ada Masjid, Gereja Katolik, Gereja Protestan, Pura, Wihara, bahkan ada juga Klenteng.  Menariknya rumah ibadah tersebut di bangun berdampingan.  Sangat mengajarkan kita bahwa sebagai umat beragama sudah sepantasnya kita hidup berdampingan tanpa ada permusuhan.

Berkunjung ke anjungan provinsi di Indonesia, membuat mata saya terbuka, sesungguhnya memang Indonesia ini begitu kaya budayanya. Meskipun belum pernah benar-benar berkeliling Indonesia secara nyata, namun di tmii, kita sudah cukup banyak mengenal budaya yang ada di Indonesia.  Sebagai representasi miniatur Indonesia, TMII memang mengemban tugas yang mulia, selain mengenalkan juga sebagai pembelajaran untuk kita hidup bertoleransi.  Bayangkan kalau kita gak pernah mengenal antara provinsi yang satu dengan provinsi lainnya.  Bisa-bisa sering salah faham dan terjadi kericuhan.

Wisata Edukasi

Selain anjungan dari seluruh Provinsi di Indonesia, demi melangsungkan fungsinya sebagai tempat wisata edukasi, TMII menyediakan berbagai macam museum.  Museum-museum tersebut, diantaranya adalah Museum Purna Bhakti Pertiwi, Indonesia, Penerangan, PP IPTEK, Migas, Listrik dan Energi, Prangko, Komodo dan Dunia Reptil, Transportasi, Keprajuritan Indonesia, Dunia Air Tawar & Serangga, Pusaka, Asmat, Olah raga, Telekomunikasi dan Bayt Al-Quran & Museum Istiqlal.

???????????????????????????????

Museum PP IPTEK

Museum Purna Bhakti Pertiwi berisi peninggalan-peninggalan hadiah dari dari negara-negara tentangga yang diberikan saat Presiden Soeharto menjabat.  Museum Penerangan berisi benda-benda yang mempunyai nilai sejarah informasi dan komunikasi, mulai dari film, radia, televise dan lain sebagainya.  Museum lainnya pun demikian representative sesuai dengan namanya.  Di dalam museum tersebut kita diperlihatkan benda-benda berupa pengetahuan serta nilai sejarah yang tinggi.  Beberapa museum disediakan bioskop mini sebagai sarana pengetahuan.  Se iring berjalannya waktu kelengkapan dan sarana prasarana di dalam museum ditingkatkan.  Corak budaya Indonesia mewarnai ditambah dengan pengetahuan teknologi.

Wahana Rekreasi

  Ke TMII gak selalu belajar koq, ada juga wahana-wahan sebagai tempat rekreasi pelepas penat.  Diantara tempat rekreasi tersebut seperti wahana air Snow Bay, skylift (kereta gantung) pemancingan Telaga Mina, Theter IMAX, Keong Mas, Teater 4 Dimensi, Istana Anak-anak dan lainnya. Di tempat-tempat tersebut memang cocok banget buat keluarga.  Kalo ke sana, biasanya saya menyempatkan diri untuk masuk ke wahana skylift.  Karena skylift akan mengantar kita untuk berkeliling TMII, tidak lupa ada danau buatan yang  bila dilihat dari atas, seperti melihat kepulauan Indonesia dari atas.  Cantik!

???????????????????????????????

Snow Bay

Simulator 4D

Simulator 4D

Taman

Namanya juga Taman Mini di dalamnya beneran banyak tamannya. Mulai dari Taman Bunga, Kaktus, Burung, Bekisar, Taman Melati, dan baru-baru ini sedang berlangsung pembangunan Taman Tionghoa Indonesia.  Spot kesukaan saya di Taman Tionghoa.  Meskipun belum selesai pembangunananya, saya kira  taman ini cukup memanjakan mata karena bagusnya, tidak hanya itu taman ini cukup merepresentasikan bahwa keturunan tionghoa yang dahulu sempat menjadi “anak tiri”, kini telah diterima dengan baik dan juga memiliki keterkaitan sejarah yang cukup kental dengan budaya asli Indonesia.

Taman Budaya Tionghoa

Taman Budaya Tionghoa

Transportasi

            TMII ini memiliki luas sekitar 150 hektar, jadi kebayang dong pegelnya kalau kita mengeksplorasi taman mini dengan jalan kaki.  Bagi yang kuat jalan kaki, tentunya tidak masalah, lalu bagaimana dengan yang tidak kuat, sementara kendaraan pribadi harus di parkir?  Jangan takut, moda transportasi di dalam TMII begitu banyak, dari mulai sepeda roda dua, sepeda gandeng, sepeda listrik, motor, mobil keliling, kereta, bahkan bis tersedia di TMII.  Tarifnya biasanya disesuaikan dengan moda transportasinya mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 150.000an.

???????????????????????????????

Penyewaan Sepeda

Harga Tiket

Harga Tiket di TMII sangat terjangkau biaya masuknya hanya Rp 10.000 perorang untuk kendaraan akan dikenakan biaya tambahan, namun masih cukup terjangkau.  Sementara untuk wahan-wahan yang ada di dalamnya ada yang dikenakan tarif ada yang tidak tergantung wahanya.  Untuk yang bertarif, tarifnya hanya sekitar Rp 2.500-120.000an, nah masih terjangkau kan. Bahkan, jika tmii berulang tahun akan digratiskan biaya masuk serta ada diskon khusus untuk seluruh wahananya.  Bagi saya sih bila dibandingkan dengan apa yang kita dapat trust me, It’s totally worth it!

Banyak Acara

Selain bangunan tersebut ada juga bangunan-bangunan lain seperti teater Tanah airku, Sasono Langen Budoyo dan lain sebagainya.  Berbagai macam acara dan pameran tidak pernah sepi di sana.  Selain tentunya acara yang ada di dalam anjungan.  Untuk mengetahui acara-acara yang berlangsung di tmii, biasanya saya langsung mengakses situs tmii langsung di www.tamanmini.com.

Penginapan dan Resto

Selain menyediakan wahana-wahana, selayaknya taman wisata lainnya, tentunya tmii, juga menyajikan penginapan dan resto, diantaranya adalah penginapan “Desa Wisata”, “Graha Wisata dan Remaja”, serta restoran “ Caping Gunung”. Silahkan dipilih sesuai selera kita.

Nah itu sebagian dari transormasi tmii.  Bagi saya tidak cukup mengeksplorasi tmii hanya dalam sehari, mengingat begitu banyaknya pengetahuan dan informasi yang didapat. TMII menjadi wisata yang komplit, yang bisa didapat di dalam satu tempat.  Jadi, ada muatan edukasinya ditambah dengan “rasa”yang sangat Indonesia. Apalagi setelah 39 tahun TMII telah berdiri, TMII telah banyak melakukan perubahan.  TMII harus berusaha menjadi lebih “muda” dan selalu melakukan perbaikan dan inovasi sehingga tidak dilupakan oleh masyarakat di tengah hingar bingarnya pusat perbelanjaan.

Advertisements

2 thoughts on “Wisata Komplit di TMII (39 Tahun TMII Bertransformasi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s