Menikmati Museum Nasional Indonesia

Sejatinya museum memanglah tempat koleksi peninggalan benda-benda bersejarah, tempat konservasi, riset, edukasi dan sebagainya.  Namun, ada hal lain yang membuat museum jadi lebih berbeda, museum dapat menjadi tempat untuk rekreasi, museum juga bisa membangun imajinasi.  Setidaknya, itu adalah salah satu cara terbaik saya menikmati museum. Bagi saya, entah kenapa, setiap kali saya melihat suatu tempat dan benda yang bersejarah seperti museum, rasanya seperti masuk ke dalam pusara waktu.  Ikut menjejak sejarah sambil membayangkan apa yang mereka lakukan, atupun sekedar membayangkan benda-benda yang mereka pakai, mengurut-urut peristiwa yang kebetulan saya baca dari buku sejarah, mencocok-cocokan, ataupun sekedar menambah informasi dari keterangan yang ada di sana. 

Festival Hari Museum Internasional dan 236 Museum Nasional Indonesia

Adalah Museum Nasional Indonesia, salah satu Museum di Jakarta yang pernah saya kunjungi.   Tepat pada tanggal 17 mei lalu kebetulan saya kembali menyambangi museum ini karena ada pembukaan Festival Hari Museum Internasional sekaligus hari jadi Museum Nasional Indonesia. Ternyata, museum ini telah berumur cukup tua bahkan lebih tua dari negara ini berdiri, yaitu 236 tahun.  Sungguh suatu perjalanan eksistensi yang begitu panjang untuk sebuah museum.

Pembukaan festival di gelar cukup ramai. Media dan para blogger juga turut hadir dalam pembukaan festival ini. Acara pembukaan di mulai dengan dihadirkannya musik serta tari-tarian dari daerah khas Indonesia. Bahkan, tanda dimulainya pembukaan hari museum internasional ditandai dengan tabuhan gendang oleh pimpinan museum nasional Indonesia diiringi dengan alunan dari alat-alat musik dari daerah lain. Sungguh perpaduan yang manis dan etnik sekali.

image

Alunan musik dari alat musik tradisional khas Indonesia

Festival hari museum internasional berlangsung pada tanggal 17-24 Mei 2014. Berbagai macam acara berlangsung untuk memeriahkan festival tersebut, diantaranya ada pameran “potret museum nasional,dulu, kini dan yang skan datang”, demo dan kreativitas seni dan karya, pertunjukan kesenian dan film, seminar dan pertunjukan video mapping Singasari, serta lomba esai dan komik. Saat akhir pekan ada pula pentas dongeng dari teater koma.

Setelah acara pembukaan selesai, kami pun dipersilahkan untuk melihat benda-benda koleksi dari museum nasional serta ramah tamah. Tentunya hal ini tidak saya sia-siakan. Sayapun menjejakan kaki saya melihat-lihat koleksi di museum nasional.

Asal Mula
Awal mula berdiri dari museum ini ditandai oleh Pemerintah Belanda pada tangga 24 April 1778 dengan berdirinya suatu himpunan yang bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschapen (BG).  Lembaga ini adalah lembaga independen untuk riset bidang seni dan ilmu pengetahuan. Nantinya lembaga ini pun berkembang, apalagi JCM Radermacher yang salah satu pendirinya menyumbangkan sebuah rumah di Jalan Kalibesar serta koleksi benda budaya dan buku-buku.

Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia

Seiring berjalannya waktu, museum ini semakin lama semakin banyak koleksinya sehingga pada masa gubernur Stamford Rafles, dipindahkan ke gedung yang saat ini berdiri.  Museum Nasional sering di sebut dengan museum gajah, karena di depannya terdapat patung gajah yang tebuat dari perunggu.  Patung ini adalah hadiah dari Raja Thailand Raja Chulalongkorn (Rama V) pada tahun 1871.

Musem Collection Make Connection

Berbagai koleksi dihadirkan oleh musem nasional.  Ada dua gedung yang ada di musem nasional, gedung yang lama dan gedung yang baru.  Gedung-gedung tersebut berisi koleksi dari berbagai jenis yang sangat bernilai, seperti keramik, prasejarah, etnografi, dan arkelogi.  Untuk menjejaki satu demi satu, resapi bagian-bagian koleksi satu persatu.

???????????????????????????????

Potret Masyarakat di Museum Nasional

Sekedar berbagi pengalaman apa yang saya rasakan.  Dibagian bawah gedung baru Museum Nasional Indonesia, saya menemukan sebuah patung era prasejarah.  Patung itu setidaknya menggambarkan bagaimana manusia era prasejarah Indonesia zaman dahulu.  Meskipun saya tidak tahu secara pasti, namun seperti kata sejarawan Inggris H.G Wells mengatakan, “Cerita dunia kita adalah suatu   diketahui dengan samar-sama. Dua ratus tahun yang lalu (1700an) manusia hanya memilki sedikit pengetahuan tentang sejarahnya tidak lebih dari tiga ribu tahun yang lalu.  Apa yang terjadi sebelum masa itu lebih merupakan legenda dan spekulasi.”  Ah, saya jadi berspekulasi, mungkinkah orang itu cikal bakal dari kami semua?

Cobalah tengok, ada arca setinggi 4,10 meter yang bernama Bhairawa.  Arca ini menunjukan adanya perpaduan antara agama Hindu dan agama Budha.  Arca Bhairawa termasuk langka karena hanya ada dua, pertama di Museum Nasional Indonesia, yang kedua berada di Museum yang berada di Leiden.  Melihat arca ini saya membayangkan bagamana cara orang-orang zaman dahulu membuat arca yang begitu besar ini.

Sumber : di sini

Sumber : di sini

Selanjutnya, ruang demi ruang, koleksi demi koleksi di museum ini seperti menghipnotis saya untuk berkhayal kembali ke zaman-zaman dahulu.  Di ruangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saya merasa takjub dengan benda-benda koleksinya.  Bagaimana bahasa dan aksara yang ada di Indonesia, ada pula teknologi navigasi zaman masa lalu, alat transportasi zaman dahulu, seperti perahu dan sepeda.    Semuanya adalah teknologi yang kian berkembang yang masih relavan hingga saat ini.

Ruang Koleksi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Ruang Koleksi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Contoh Benda Koleksi

Contoh Benda Koleksi

Contoh Beda Koleksi

Contoh Benda Koleksi

Di lantai ketiga, saya masuk keruangan organisasi sosial dan pola permukiman.  Tempat saya melihat berbagai macam corak kebudayaan serta replika berbagai macam provinsi di Indonesia.  Sebut saja ada rumah-rumah adat, benda-benda dari masing-masing daerah, seperti cara mereka berpakaian, apa yang mereka pakai, dan lain sebagainya membuat saya merasakan betapa Indonesia itu sangat kaya.

Ruang Koleksi Organisasi Sosial dan Pola Permukiman

Ruang Koleksi Organisasi Sosial dan Pola Permukiman

B

Benda Koleksi

Benda Koleksi

Benda Koleksi

Koleksi yang paling saya sukai ada dilantai ke-empat gedung baru.  Koleksi ini memuat beragam perhiasan dan keramik.  Keramik-keramik dari khas Tiongkok dan Jepang terjejer rapi, mulai dari mangkuk, piring, tempayan, guci, dan banyak lagi.  Bahkan, ada koleksi keramik yang telah menempel dengan batu karang.  Sementara pada ruangan perhiasan, saya dibuat takjub oleh benda-benda yang berkilauan. Kalung, gelang, cincin, yang terbuat dari emas, intan, permata tampil dengan cantik di ruang pamer.  Di masanya tentulah benda-benda itu bertengger manis di jari-jari, atau di tubuh para bangsawan, atau putri-putri kerajaan. Ada juga tempat perhiasan peninggalan kerajaan Sriwijaya yang bertahtakan emas dengan kerlipan permata yang sangat indah.  Tempat itu bahkan termasuk salah satu dengan motif yang rumit.  Bahkan keris, keris zaman kerajaan tak sedikit ditaburi dengan batu-batu yang berkilauan.  Sayangnya ruangan koleksi ini tida boleh di rekam.

Nah itu tadi, pengalaman saya menjejakan kaki di Museum Nasional Indonesia.  Bagi saya, semua benda di museum seakan bercerita, bahwa sejarah adalah bagian dari diri kita. Benda-benda kuno memiliki keterikatan yang kuat terhadap benda-benda saat ini, bahkan untuk keberlanjutan yang akan datang, juga dengan peradaban manusia.   Itulah sebabnya Museum Nasional harus menjadi tempat yang ramah untuk semua pengunjung.  Museum Nasional harus berbenah untuk kekinian agar masyarakat semakin mau ke museum.  Sehingga museum Nasional bisa melayani masyarakat, sesuai dengan taglinenya “Ten Nutte Van Het Algeeman” (untuk kepentingan masyarakt umum).

Museum-Day-2014-tree_logo

 

Referensi :

http://www.museumnasional.or.id/

http://id.wikipedia.org/

Advertisements

7 thoughts on “Menikmati Museum Nasional Indonesia

  1. jadi sekarang koleksinya sudah di pindah ke bangunan baru ya Mbak? dulu masih di bangunan utama itu tapi per kamar, jadi kelihatannya sedikit padahal koleksinya banyak sekali… 🙂
    Seperti biasa, saya suka semua bagian museum nasional ini kecuali yang ada patungnya.. hehehe bukan karena patungnya jelek tapi lebih karena sayanya… 🙂

  2. Ada dua mak di gedung baru sama gedung lama.kemaren karna lagi pameran banyak koleksi yang dikeluarkan dan ditaruh di lantai dasar gedung baru.ya memang banyak patung arcanya mak.

  3. kunjungan perdana dan salam perkenalan, silahkan berkunjung balik, barangkali berminat saya punya banyak vcd pembelajaran anak2, sangat cocok sekali untuk mengasah kecerdasan dan kemampuan anak serta membantu mendidik ,membangun karakter dan moral anak sejak usia dini, semoga bermanfaat dan ditunggu kunjungan baliknya, mohon maaf bila tdk berkenan ^_^ terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s