#Bridiscuss Public Speaking

Sabtu,tanggal 18 Oktober lalu komunitas BRID mengadakan #Bridiscuss, sebuah acara yang bagus dan bermanfaat sekali. Acara yang diadakan di WarunKomando (Bukan typo, emang begitu di plangny) milik Eko Patrio ini, berisikan materi seputar kiat dan tips praktis Public Speaking, yang langsung diberikan oleh seorang motivator sekaligus pelatih seni berbicara Mas Muchlis Anwar atau yang biasa disebut dengan sebutan Mas Ulish, serta seorang dosen yang akrab disapa dengan sebutan Kang Arul. Acara ini juga di pandu oleh mbak MC, Edrida Pulungan.

#Bridiscuss tidak sekedar acara berisis materi mengenai Public Speaking saja, tetapi para blogger yang hadir juga berkesempatan untuk meliput Warung Komando serta mereview resto yang baru dibuka tersebut, artinya kita bisa icip-icip menu yang di tawarkan di resto itu. Enak kan tuh jadi blogger ^^.

Berhubung saya telat, saya melewati sesi awal dimana Mbak Viona melakukan sambutan dan menceritakan kisah tentang warun Komando. Lewatlah kesempatan saya ketemu dengan Mbak Viona yang cantik ituh, hehe. Untungnya pas materi pertama yang dibawakan oleh Mas Ulish, saya bisa duduk cantik mendengarkan ļŠ (gak perlu duduk emang udah cantik koq wkwkw).

Mas Ulish memaparkan bahwasanya berbicara sama halnya dengan menulis. Semua orang bisa menulis, tetapi tidak semua orang bisa menulis dengan baik. Ada ilmu dan seni di dalamnya. Begitupun dengan bagaimana cara berbicara di hadapan publik.

image

Pembicara pertama Mas Ulish (Muchlis) Anwar

Dalam berbicara di depan umum hanya 7 persen berisi konten, 38 persen cara penyampaian, sementara 55 persen lainnya adalah bahasa tubuh. Jadi, jangan malu untuk mengekspresikan bahasa tubuh.

Pembicara ada 3 macam, yaitu pembicara menginspirasi, pembicara yang biasa-biasa saja, dan pembicara yg membosankan. Sebaiknya jika ingin menjadi pembicara yang baik perhatikan intonasi dan kecepatan. Bila berhadapan dengan audience, pandanglah dengan berani mata audience, Jika perlu tatap lah matanya.

Hal yang menarik, para peserta #Bridiscuss Public Speaking tidak hanya disodori berupa materi saja, Mas Ulish mempersilahkan peserta untuk tampil dan berlatih di depan para peserta lainnya. Beberapa peserta pun memberanikan diri berlatih di depan,.

Pembicara kedua adalah seorang dosen yang juga konsultan Public Relations dan Digital Media, Kang Arul. Kang Arul berkali-kali mengingatkan bahwa sebelum berbicara atau presentasi, persiapan adalah harga mati. Kita dituntut untuk tetap berlatih meskipun tidak diminta untuk berbicara, jangan hanya berlatih saat kita sedang mau menjadi pembicara saja. Berlatihlah terus.

image

Pembicara kedua adalah Kang Arul (ngambil potonya kejauhan)

Hal yang juga penting adalah mengetahui bagaimana dengan audience yang mendengar apa yang kita ucapkan. seringkali orang berbicara tapi lupa untuk menempati diri. Apakah konten yang kita bicarakan benar-benar dibutuhkan oleh audience.

Sementara itu, sebagai salah satu yang menentukan public speaking adalah diri kita dan latar budaya kita. Memahami ini sangat penting supaya audience juga dapat menerima apa yang kita bicarakan. Sehingga pembicara dituntut untuk lebih kreatif.

Dalam sesi ini, Kang Arul menantang beberapa peserta untuk maju dan berbicara mensimulasikan sebagai sales tusuk gigi. Bagaimana caranya mempresentasikan tusuk gigi kepada juri dan peserta lainnya untuk membeli tusuk gigi tersebut. Suasana pun menjadi riuh karena para peserta yang mengikuti tantangan tampak banyak yang grogi. Tidak terkecuali dengan saya :D. Untuk games ini, Kang Arul menyiapkan 2 buah potongan voucher umroh senilai Rp2.500.000. Ketika pemenang diumumkan, nampaknya dewi fortuner fortuna sedang berpihak kepada saya, karena saya menjadi salah satu pemenang simulasi jualan tusuk gigi tersebut, horee :D.

image

Alhamdulillah dapet voucher umroh lalala…yeyeye.. šŸ˜‰

Setelah pemaparan materi berakhir, para blogger peserta #Bridiscuss dipersilahkan untuk resto tour serta makan siang yang telah disediakan oleh WarunKomando. Usai makan siang dan Sholat, ada sesi absensi (hadah maksudnya perkenalan gitu) yang langsung dipandu oleh sesepuh BRID, Mas Hazmi Fitriyasa. Kemudian setelah saling tahu sama tahu šŸ˜€ para peserta, pembicara dan admin BRID pun melakukan ritual pada umumnya, yakni berfoto dan narsis bersama :D:D. Senangnya bisa menghadiri acara ini. Terimakasih para pembicara atas ilmunya serta admin BRID atas kesempatan yang telah diberikan.

Advertisements

2 thoughts on “#Bridiscuss Public Speaking

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s