Berkenalan dengan Mbak Nancy

Learning Forever, sebuah grup khusus tutor blog yang saya ikuti, memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk mengikuti kelas kreatif belajar dengan Mas Yoris Sebastian.  Siapa tak kenal dengan Yoris Sebastian, seorang anak muda yang berhasil dalam mengembangkan ide-ide kreatifnya.  Tidak hanya sukses mengembangkan ide kreatif, Yoris Sebastian juga menjadi contoh  bagi kalangan muda untuk terus bisa berkarya melalui ide kreatif.

Mendengar nama Mas Yoris tentu saja saya tertarik ingin belajar banyak dari beliau, namun hanya tertarik tidaklah cukup.  Untuk mengikuti kelas tersebut, ada syarat dan tantangan yang harus dipenuhi.  Melalui Teh Mentor, Ani Berta, yang memberikan undangan kelas tersebut, memberikan syarat yang cukup unik.  Tantangan tersebut berupa tantangan networking.  Para peserta ditantang untuk berkenalan lebih jauh dengan teman di dalam grup.  Akan tetapi, hanya boleh teman yang sama sekali tidak akrab.  Menarik kan!

Menjawab syarat tersebut, akhirnya saya memilih salah seorang teman grup yang akan saya pedekate-kan (halah!).   Saya pun berkenalan. Untungnya, mbak yang satu ini sangat ramah dan mau menjawab email kepo saya, hehe.  Nah, berikut hasil kekepoan dan pedekate saya.

Berkenalan dengan Mbak Nancy

Namanya Nancy Duma Sitohang, saya panggil  dengan sebutan Mbak Nancy.  Waktu kelas Fun Blogging, dia duduk tepat di depan saya.  Perkenalan saya dan dia sangat singkat, karena materi fun blogging memang sangat padat.  Hanya sekedar bersalaman dan menyebut nama masing-masing saja.  Bahkan mungkin, Mbak Nancynya  juga sudah lupa sama saya, hehe.   Namun, melalui tantangan ini akhirnya bisa mengenal dengan beliau secara lebih dekat.

 

Sumber : FB Mbak Nancy

Sumber : FB Mbak Nancy

Mbak Nancy adalah seorang penulis, yang beberapa karyanya sudah dibukukan dan masuk ke dalam media.  Diantara karya-karyanya adalah cerita anak-anak.  Karena memang menurut pengakuan perempuan berdarah batak ini, dunia anak-anak adalah salah satu ketertarikannya dalam dunia tulis menulis.

Tidak hanya dunia anak-anak, ketertarikan dari ibu beranak satu ini juga meliputi hal lain, seperti perempuan dan masalah sosial.  Masalah diskriminasi anak dan perempuan sering ia tuliskan melalui dua blog pribadinya di nancyduma.com serta kompasiana.  Mbak Nancy ini memulai ngeblog pertama kali dengan multiply. Kemudian blogspot lalu kompasiana. Menurutnya ngeblog lebih untuk berlatih menulis, dan juga sebagai refleksi kehidupan sehari-hari.

Ketika saya tanya mengapa Mbak Nancy sangat tertarik dengan bahasan anak dan perempuan serta pandangannya tentang masalah ini di Indonesia, ini jawaban beliau.

Diskriminasi perempuan dan anak di Indonesia masih sangat marak ya.  Perempuan yang bekerja, misalnya, tidak mendapat hak tanggungan anak. Padahal jam kerja sama, tanggung jawabpun sama. Masalah diambil atau tidak, pakai kuitansi asli atau tidak kan bisa diatur. Tapi yang penting, seharusnya itu diberikan. Karena pada faktanya, sekarang sudah banyak pasutri yang bertukar peran. Ada juga yang di kantor suaminya tidak mengkaver anak”.

“Hak cuti menstruasi seringkali dihapus. Padahal banyak perempuan yang kalau mau menstruasi mengalami PMS. Atau kalau haid, sakit luar biasa.  Kasus perzinahan, seringkali yang dijatuhi hukuman mati adalah yg perempuan. Padahal, perzinahan kan melibatkan  dua gender. Laki-laki atau perempuan pelaku ya harus mendapat hukuman yang sama. Kemarin aku nonton berita, pelajar SMP, perempuan korban kekerasan seksual malah dikeluarkan dari sekolah. Para pelaku, pelajar laki-laki, tak mengalami perlakuan semena-mena itu. Hak reproduksi perempuan seringkali dirampas laki-laki. Mau berulang kali hamil, gak masalah. Yang penting, kalau suami ingin berhubungan, ya berhubungan. Habis perkara.   Diskriminasi anak lebih lagi. Mulai dari tempat duduk prioritas, fasilitas umum sampai penanganan kejahatan seksual. Sampai hari ini msh saja ada korban. UU MD3 bisa dengan mudah diubah oleh DPR. Bagaimana UU perlindungan anak? Sangat lambat. Tidak ada urgensi.”

Tuh kan luar biasa ya Mbak Nancy ini. Mbak Nancy menulis atas dasar keprihatinannya.  Meskipun menurut pengakuannya, dia jarang menulis, dan tidak mengkhususkan diri memiliki waktu menulis.  Tapi jangan heran kalau isi blognya banyak “daging”nya.  Artinya, beliau tidak sekedar menulis saja. Tetapi blognya memang berisi sesuatu yang memiliki nilai dan manfaat.  Menurutnya, menulis perlu ekstra mikir. Mikir apa yang dituliskan,  bahkan juga mikir dengan data pendukung.  Wah…wah… seru ya.

Namun demikian, dengan rendah hati pula, Mbak Nancy mengatakan bahwa concernnya  tentang masalah diskriminasi anak dan perempuan tidak ada apa-apanya dibanding mereka yang banyak terjun langsung dan beraksi.

“Aku masih dalam tahap bersuara lewat tulisan. I’m just an ordinary woman”, begitu katanya.

Lewat perkenalan singkat ini, saya tak hanya bisa mengenal Mbak Nancy saja.  Akan tetapi, saya jadi belajar dari Mbak Nancy.  Belajar lebih peduli dengan masalah sosial di sekitar kita khususnya diskriminasi anak dan perempuan.  Belajar juga untuk menulis di blog dengan isi yang berbobot.  Terima kasih ya Mbak Nancy atas waktunya :).

 

Advertisements

10 thoughts on “Berkenalan dengan Mbak Nancy

  1. Terima kasih untuk tiga suhu hebat yg sdh membentuk Learning Forever: Mbak Ani Berta, Mbak Haya Aliya Zaki dan Mbak Shinta Ries. Berkat mereka, saya bertemu orang-orang hebat yg doyan nulis 🙂

    Terima kasih, Mbak Khalida Fitri yang berkenan mengajak saya berkenalan. I feel truely honoured.

    Ternyata Mbak Khalida duduk di belakang saya? Haduh, jadi malu ni.

  2. Betul terima kasih juga untuk para mentor yang menggagas ide-ide unik dan kreatif.
    Mbak Nancy, makasih yah udah mau saya kepoin dan stalking-in plus tanya macem2 heheee…
    Senang punya kenalan baru nih, lain waktu qt duduk jejeran mbak ngerumpiii hihii.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s