Mengenang Permainan Tradisional

Kemarin saya sempet cerita tentang menipisnya lahan bermain untuk anak.  Sekarang saya mau flashback sebentar mengenang permainan tradisional yang dulu pernah saya mainkan.  Karena Seiring berjalannya waktu, permainan tradisional mulai ditinggalkan oleh anak-anak zaman sekarang.  Perkembangan zaman membuat permainan tradisional masyarakat utamanya di Jakarta ini sudah mulai meredup.  Ini tidak lepas dari perubahan geografis lahan di Jakarta serta perkembangan teknologi yang kian canggih.  Padahal zaman kecil dulu ada kepuasan tersendiri bermain permainan tradisional.

Congklak

Setiap anak perempuan zaman dulu nih pasti kenal dan pernah main sama yang namanya congklak ini.  Soalnya congklak populer banget, sampai sekarang pun sebenarnya masih ada.  Cuman agak jarang sih liat anak-anak sekarang main congklak.

???????????????????????????????

Menurut sejarahnya, yang saya dapet dari….duh lupa!(nanti saya cek and ricek deh  sumber shahihnya).  Dulu itu pernah baca dan inget, kalau  Congklak asal muasalnya dari Timur Tengah. Kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara karena perdagangan.  Dulunya yang main congklak itu putri-putri kerajaan gitu. Makanya tempat congklak dibuat sangat indah dari kayu dan dihias-hias ya (wkwk yang ini asumsi saya doang).  Seiring bergulirnya waktu, congklak ini gak hanya dimainkan sama anak-anak raja.  Berkembanglah congklak itu.  Lalu ketika semakin berkembang, congklak pun biasa dimainkan di luar rumah.  Karena permainan ini sudah menjadi permainan rakyat, maka ketidaktersediaan papan congklak bukan hambatan untuk bermain karena papan congklak beserta lubang-lubangnya dibuat di tanah.

 

Cara mainnya mudah saja, tinggal mengisi lubang-lubang dipapan congklak dengan biji congklak.  Yang kalah adalah yang berhenti saat lubang congklak tidak berisi biji congklak lagi.

 

Gundu/Kelereng

Zaman saya kecil nih biasanya anak cowok pasti “demen” banget kalo udah main gundu.  Yang paling saya suka didalam gundu terdapat pola yang beraneka ragam dan warna.  Pola-pola itu tidak beraturan, namun membentuk sebuah corak yang indah.  Sehingga ada juga yang mengkoleksi gundu dengan berbagai macam corak.  Permainan  gundu biasa dimainkan  minimal oleh  2 orang atau lebih.

anak bermain gundu

Karet

Ini permainan yang biasa dimainkan oleh anak cewek. Biasanya   permainan dilakukan dengan cara membentuk grup tapi bisa juga tidak ngegrup. Cuman kalo tidak ngegrup yang jaga sesua dengan urutan yang kalah atau tidak bisa melompat.  Menurut saya permainan ini semacam olahraga gitu. Abis main karet pasti badan pada pegel hehe.

karet putar

sumber : di sini

Dampu

Di tempat saya ada yang menyebut dampu dengan permainan tabrak gunung.  Meskipun permainan tradisional, jangan salah, dampu ini adalah permainan popuuler anak-anak di dunia.  Kalo di luar negri namanya “hopscotch” .  Permainan ini memang adaptasi dari Eropa.

di luar negri permainan ini bernama hopscoth

Sumber : di sini

 

Cara mainnya gampang saja tinggal lempar batu ke blok-blok dampu yang berupa kotak-kotak dan gunung di atasnya.  Jangan sampai keluar dari blok tersebut, sementara pemain mengambil batu dengan satu kaki tapi tidak boleh jatuh.

 

 Layangan

Ini permainan terkenal banget.   Bermain layangan tidak mengenal umur, maupun jenis kelamin.  Meskipun sering didominasi oleh anak cowok, tidak menutup kemungkinan anak cewek juga suka bermain layangan.  Bermain layangan paling menyenangkan dan pas adalah diruangan terbuka yang luas dan besar seperti di lapangan. Kini, meskipun lapangan atau area terbuka sudah semakin jarang dilihat, namun permainan layangan masih awet di zaman sekarang.  Anak-anak sekarang berusaha bermain layangan di gang-gang atau di jalan.  Layangan sekarang juga sudah berkembang, dimodifikasi dan dihias.  Malah sekarang banyak kejuaraan main layangan.

???????????????????????????????

Nah segitu dulu deh.  Soalnnya yang populer kayaknya itu.  Permainan masa kecil bagi saya memang menyenangkan. Soalnya sama seperti olahraga.  Abis main pasti itu babak belur kecapekan.  Tapi koq ya gak kapok, senang aja terus.  Nah kalo temen-temen dulu kecil suka main apa?

Advertisements

2 thoughts on “Mengenang Permainan Tradisional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s