Ngobrol Santai Tentang Pajak

Apa yang sih yang terfikir kalo udah nyebut-nyebut kata pajak? hmm… keluar duit, potong gaji, bayar ini dan bayar itu? begitu ya…hehehe.  Bicara soal pajak memang tidak lepas dari kata keluar duit.  Maka dari itu, banyak banget tuh yang alergi begitu denger kata pajak.  Gak cuma alergi tapi juga menjadi pengemplang pajak.   Bahkan, ada juga yang ramai-ramai memboikot pajak, alias menghembus-hembuskan untuk tidak membayar pajak.  Alasannya mungkin bervariasi, ada yang memang gak niat bayar pajak, ada juga yang kecewa karena ada oknum pegawai pajak yang korup.

Supaya lebih jelas dan juga meluruskan hal-hal tersebut, pada hari Selasa, 17 Februari 2015 Bidang P2Humas Kanwil DJP Wajib Pajak Besar  mengadakan acara “Ngobrol Pajak Bareng Blogger”.  Bertempat di Auditorium Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, acara ini diisi oleh narasumber, yaitu Ibu Sanityas Jukti Prawatyani, Kepala Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan dari Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Bapak Herry Kurniawan Nugroho, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, dan Bapak M. Adhi Darmawan, Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar.

image

Ngobrol pajak bateng blogger

image

Ibu Sanityas Jukti Prawatyani

Pajak itu apa ?

Seperti yang saya tulis di awal, kalo denger kata pajak pasti UUD (ujung-ujungnya duit).  Tidak sepenuhnya salah memang, tetapi biar lebih jelas mari kita merujuk kepada UU KUP Pasal 1 ayat 1 (halah kabotten bahasa ku! :D)

“Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”

Kalo di lihat dari atas itu udah jelas lah ya, kalo pajak itu kontribusi sebagai warga negara untuk dimanfaatkan buat kesejahteraan rakyat.  Artinya manfaatnya akan kembali ke kita juga tanpa kita sadari. Boleh jadi, tanpa kita sadari apa yang kita berikan untuk pajak lebih kecil dari manfaat yang kita dapatkan.

Manfaat nya apa?

Nah itu , jalan yang kita lalui, jembatan yang kita gunakan, sekolah yang kembali dibangun dan perbaiki, serta beragam fasilitas umum yang kita gunakan semuanya akan dibiayai negara.  Terus negara uangnya dari mana? ya salah satunya dari pajak ini.  Pendapatan dari pajak selalu meningkat tiap tahunya.  Bahkan, dalam rencana penerimaan perpajakan tahun 2015 sekitar 76,94 persen pendapatan negara dihasilkan dari pajak.  Kata Ibu Sanityas, tadinya pendapatan negara besar dari Sumber Daya Alam, akan tetapi lambat laun SDA akan berkurang.  Maka, pendapatan negara dari SDA menurun sehingga tumpuan negara paling tinggi adalah dari pajak.

Contoh-contoh penggunaan APBN 2015 seperti, pembangunan infrastruktur diantaranya perhubungan, permukiman, irigasi, energy dan lainnya.  APBN juga untuk meringankan beban dan menyejahterakan rakyat, seperti layanan pendidikan, penanggulangan kemiskinan, layanan kesehatan, ketahanan pangan bahkan untuk berbagai macam subsidi.  Tidak hanya itu, APBN juga digunakan untuk mewujudkan suasana aman dan tentram dan kepastian hukum bagi kehidupan rakyat dan dunia usaha, seperti untuk pertahanan, serta keamanan negara.  Jadi sangat besar artinya pajak dalam pembangunan negara.

Bapak Herry Kurniawan menambahkan, saat ini pendapatan pajak yang paling besar adalah pajak dari korporasi, namun demikian di negara-negara maju penerimaan wajib pajak justru dari orang pribadi.  Ke depan diharapkan nantinya penerimaan wajib pajak dari orang pribadi lebih besar sehingga negara bisa menjadi lebih sehat.

image

Bapak Herry Kurniawan

Jika ada pegawai pajak yang “nakal” jangan ragu untuk melaporkan.  Sekarang eranya kan sudah sangat terbuka.  Kasus seperti Gayus itu ibarat setitik nila. Jangan menghakimi semua pegawai pajak seperti itu.  Jangan pula gara-gara si Gayus jadi gak mau bayar pajak.  Jangan pula kita merusak fasilitas publik yang sudah dibiaya negara. Sayang duitnya, udah dibuat malah di rusak.

Dalam kesempatan itu, para blogger juga diajak untuk melihat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di lingkungan Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar satu dan dua yang di dampingi oleh Bapak Adhi.  Untuk KPP Wajib Pajak Besar Satu, untuk Wajib Pajak badan besar tertentu yang melakukan kegiatan usaha di sektor pertambangan jasa penunjang pertambangan.  Sementara untuk Wajib Pajak Besar Dua, untuk Wajib Pajak badan besar tertentu yang melakukan kegiatan usaha di sektor industri, perdagangan, dan  jasa.

image

Bapak Adhi Darmawan

image

(Atas) KPP Wajib Besar Pajak Satu, (Bawah) KPP Wajib Besar Pajak Dua

Setidaknya sekarang saya lebih mengerti tentang pajak.  Menilik dari manfaatnya yang besar sudah sepatutnya kita sebagai warga negara sadar pajak.  Jangan sampai kita jadi pengemplang pajak atau istilah kerennya free rider (pendompleng). Kalo pajak lancar kan negara kita juga maju.

Advertisements

One thought on “Ngobrol Santai Tentang Pajak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s