Ketika Si Manis Berlebih Pada Anak

Kalau kita lihat jajanan anak-anak zaman sekarang, sudah begitu banyak macamnya.  Dari mulai yang tradisional sampai yang modern.  Dari yang konvensional hingga yang fusion.  Semuanya menarik mata dan kerap kali membuat air liur menetes.  Tengok saja aneka cupcake yang lucu-lucu, permen berbagai rasa, coklat beraneka rupa, dan masih banyak lagi.  Daya tarik jajanan tersebut biasanya adalah rasa dari makanan itu sendiri.  Umumnya makanan anak-anak kental dengan manis. Tentu saja, anak mana yang tidak tergoda dengan rasa manis?

Si manis ini telah begitu memikat anak-anak.  Hingga tak sadar konsumsinya pun menjadi berlebih.  Konsekuensi dari si manis yang berlebih itu adalah timbul penyakit.  Tidak tanggung-tanggung, anak-anak yang berlebihan kadar gulanya akhirnya mengidap penyakit diabetes mellitus.  Penyakit yang lebih sering kita tahu diderita pada orang dewasa. Namun demikian, tidak melulu si manis hanya didapat dari pola makan, ada hal-hal di mana si manis juga bisa berlebih meskipun pola makan nya biasa-biasa saja.

Perhatian dengan masalah tersebut,  pada hari Sabtu, 7 Maret 2015, RS Bunda Jakarta mengadakan Seminar Awam : Diabetes Mellitus “ Ketika si manis melebihi batas normal pada anak dan remaja, apa yang harus dilakukan?”  Seminar yang mengedukasi ini dilaksanakan di auditorium RSU Bunda Jakarta, dengan menghadirkan dr.Andi Nanis S., SpA(K) dan  dr. Marya Haryono, SpGK.

Sesi pertama diisi oleh dr.Andi Nanis S., SpA(K) yang membahas tentang diabetes yang terjadi pada anak dan remaja.  Begitu pentingnya pembahasan ini karena penderita anak-anak yang terkena diabetes ini semakin meningkat.  Bahkan, pada tahun 2014, 1 diantara 12 anak ada yang terkena diabetes mellitus.

image

dr. Andi Nanis S.,Spa(K)

Apa itu diabetes?

Seperti yang kita tahu diabetes erat kaitannya dengan kadar gula atau glukosa dalam darah.  Di dalam tubuh kita gula darah (glukosa) digunakan sel-sel tubuh sebagai tenaga.  Sel-sel tubuh yang menggunakan glukosa itu di sebut insulin.  Apabila insulin dalam tubuh ini kurang atau tidak bekerja dengan baik, maka akan terjadi diabetes.  Jadi, diabetes merupakan kondisi dengan gula darah di atas normal, karena kekurangan insulin.  Dampak dari diabetes ini dapat merusak organ tubuh seperti ginjal, mata, syaraf dan jantung.

Meskipun menyeramkan, banyak yang tidak tahu tentang diabetes mellitus (DM) ini.  Bahkan penderita itu sendiri.  Akibatnya banyak sekali kematian akibat terkena diabetes mellitus.  Untuk itu sangat penting untuk kita utamanya orang tua mengenal gejala dan tanda-tanda diabetes.  Supaya lebih mudah gejala dan tanda diabetes bisa disingkat dengan 4T, yaitu toilet, thirsty, tired, dan thinner.  Adapun penjelasan gejala dan tanda-tandanya adalah sebagai berikut ini :

  1. Sering buang air kecil
  2. Haus berlebihan
  3. Sering lapar
  4. Berat badan turun tanpa diinginkan

Kalau sudah mengalami tanda-tanda demikian, sebaiknya orang tua segera memeriksakan kondisi anak-anaknya ke dokter.  Dokter akan mendiagnosis melalui tes darah atau dengan uji laboratorium.  Tes untuk melihat gejala klasik, yaitu dengan tes gula darah dengan GDS (gula darah sewaktu) cirinya adalah nilai gula darah dengan GDS besar dari sama dengan 200.    Ada pula gula darah puasa (minimal 8 jam) nilainya lebih dari sama dengan 126 mg/dl.  Kemudian dapat diuji lagi dengan gula darah 2 jam setelah pemberian glukosa, nilai darah besar dari sama dengan 200mg/dl di dalam uji toleransi glukosa.  Lebih lanjut ada tes HbA1c dengan nilai besar dari 6.5%.

Tipe Diabetes

Diabetes yang kita kenal ternyata memiliki jenis.  Ada dua jenis tipe diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.  Masing-masing tipe diabetes memiliki karakteristik yang berbeda.

Pada diabetes melilitus (DM) tipe 1, penderita sebagian besar disebabkan oleh proses autoimun.  Anak yang menderita DM tipe 1 juga akan kehilangan kemampuan menjaga kadar gula yang stabil.  Penderita diabetes tipe 1 mengalami kerusakan sel beta pancreas karena proses autoimun, progresif, dan berakibat kekurangan insulin.   Akibatnya semua anak dengan DM 1 membutuhkan insulin seumur hidupnya.

Untuk itu sangat penting bagi anak yang menderita diabetes selalu di kontrol dan di awasi.  Beberapa pelaksanaan yang penting untuk anak yang menderita DM 1 adalah monitoring metabolik, insulin, pengaturan makanan, olahraga, serta edukasi pasien dan keluarga.  Pemeriksaan gula darah dilakukan teratur agar senantiasa dapat di monitoring.  Untuk asupan makanan pada anak diabetes disesuaikan dengan pertumbuhan, pubertas, kontrol metabolik serta sesuai kebutuhan anak.

Pada diabetes melilitus (DM) tipe 2, pasien sebagian besar karena pengaruh gaya hidup namun ada resiko karena keturunan.   Sebanyak 85 persen anak yang menderita DM tipe 2 berat badannya masuk dalam kelas overweight.  Biasanya faktor lingkungan sangat berpengaruh, misalnya saja orangtua yang gemuk 50 persen anaknya juga akan gemuk.  Kenapa? karena gaya hidup orangtua menurun kepada si anak.

Bagi anak yang menderita DM tipe 2 dapat dicegah dengan meningkatkan olahraga atau aktivitas fisik (60 menit perhari, 5 kali seminggu), makan sayur dan buah, minum air putih, dan juga ASI untuk bayi.  Ada baiknya anak juga menurunkan berat badan bila pasien overweight atau obesitas, screen time, seperti memonitor waktu nonton maksimal 2 jam perhari (kurangi kegiatan yang tidak bergerak), serta mengurangi minuman bersoda atau tambahan gula.

Saat anak yang menderita diabetes sakit, jangan hentikan insulin.  Apabila nafsu makannya menurun dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti mengganti jenis makanan dan menjaga agar tidak dehidrasi.

Sementara itu, sangat disarankan bahwa orang tua pasien harus memiliki kontak dokter untuk konsultasi apabila anak yang menderita DM sakit.  Orangtua anak yang menderita diabetes disarankan langsung ke dokter apabila menemukan tanda-tanda seperti :

  • penyebab sakit tidak jelas
  • berat badan turun terus dan makin dehidrasi
  • muntah terus dalam 2 jam
  • gula darah naik terus meski mendapat ekstra insulin
  • gula darah sulit naik besar dari 70 mg/dl
  • anak sudah lelah, bingung, nyeri perut hebat
  • dsb

Nutrisi pada DM anak dan remaja

Mengatur nutrisi  yang seimbang juga menjadi catatan untuk anak dan remaja yang menderita diabetes.  Sehingga asupan makanan dapat terjaga dengan baik.   Untuk itu, pada sesi kedua di isi oleh dokter gizi, dr. Marya Haryono, SpGK.

image

dr. Marya Haryono, SpGK

Tujuan dari terapi nutrisi DM anak dan  remaja adalah menjaga agar pola makan sehat, cukup nutrisi, menjaga berat badan, menghindari peningkatan gula darah, serta mendapatkan kualitas hidup yang baik.  Adapun target dalam terapi nutrisi ini supaya dukungan keluarga lebih optimal, anak tumbuh kembang sesuai harapan serta dapat menyesuaikan diri dengan kondisi sebagai DM, dan kontrol glikemik yang dipengaruhi jumlah asupan karbohidrat.  Insulin sendiri erat kaitannya dengan asupan karbohidrat.  Perlu adaptasi dan cek gula darah terautr sebelum dan setelah makan.

Nutrisi kebutuhan pasien meliputi kebuthan energi, karbohidrat, protein dan lemak. Nutrisi tersebut harus terpenuhi sesuai kebutuhan.  Ini dapat terpenuhi dari makanan dan snack.  Kemudian peru diingat aktivitas fisik juga sangat dianjurkan.  Paling tidak sekitar 30-60 menit setiap hari untuk menghindari obesitas, kurangi gaya hidup yang jelek, lalu tetap cek kadar gula darah.

Meskipun demikian adakalanya kendala dalam mengatur nutrisi untuk anak dan remaja penderita DM, seperti anak jadi merasa terkucilkan, anak doyan jajan, aktivitas fisik berkurang, serta kesibukan anggota keluarga.  Untuk itu, terapi nutrisi pada anak dan remaja yang menderita DM perlu mengikuti kultur, kebiasaan keluarga, psikososial dan kebutuhan individual.  Sebaiknya ajak lingkungan turut serta dalam membantu mengingatkan anak dan remaja penderita DM, seperti guru di sekolah atau teman dekatnya.

Advertisements

3 thoughts on “Ketika Si Manis Berlebih Pada Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s