Hal Penting Dalam Membangun Karakter Anak

Semua orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya.  Terkadang beragam pengajaran diajarkan kepada  anak.  Paling menonjol adalah bagaimana orang tua membangun kecerdasan akademik kepada anak.   Akan tetapi , hanya membangun kecerdasan akademik pada anak saja tidaklah cukup.   Orang tua juga harus membangun karakter yang berkualitas pada anak.

Hal ini yang menjadi fokus seminar pada tanggal 8 September 2015 di Sekolah Cita Persada.  Seminar yang dibawakan oleh Ibu Ruth Maureen,  Direktur dari Sekolah Cita Persada, memberikan topik mengenai bagaimana membangun karakter pada anak.

Ibu Ruth Maureen

Karakter adalah cara berpikir dan tingkah laku yang menjadi kebiasaan. Ibu Ruth menjelaskan, karakter itu seperti melakukan sesuatu yang benar bahkan pada saat tidak ada yang memperhatikan.   Beberapa karakter berkualitas pun bisa dibangun dalam diri anak,  seperti respect, honesty, cooperation, perserverance, compassion, integrity, kindness, tolerant, dan responsibility. 

IMG_2205

Untuk membangun karakter yang berkualitas pada anak perlu tanggung jawab orang tua.  Sebab, interaksi anak dengan orang tua jauh lebih lama dibanding interaksi di sekolah.  Dalam sehari anak hanya beberapa jam saja di sekolah, sisanya tentu anak akan kembali ke rumah.  Oleh karena itu, orang tua sangat memiliki peran penting dalam membangun karakter pada anak.

Setidaknya ada 3 hal penting yang saya simpulkan dalam membangun karakter pada anak.

  1. Latih dan Ajarkan

Jangan ragu untuk mengajarkan sesuatu hal yang baik kepada anak.  Beberapa contoh yang baik untuk membangun karakter anak adalah sebagai berikut ini :

  • Mengajar anak untuk memberikan tanggapan posititf saat disapa/ditegur. Hal ini juga mengajarkan anak untuk dapat menguasai impulses  Seperti yang kita tahu dalam hidup ini kenyataan kadang kala tidak seiiring dengan apa yang diinginkan.  Penerimaan positif inilah yang harus dibangun.
  • Bangun self-control pada anak, sebab beberapa keahlian sosial amat membutuhkan pengendalian diri. Contoh sikap dasar yang harus diajarkan kepada anak seperti bagaimana mengendalikan amarah, memotong pembicaraan, mendengarkan, dan bertanggung jawab.  Memberikan masukan dan pujian kepada anak saat anak berusaha dan menunjukan sikap positif juga menjadi poin penting.
  • Dukunglah anak dalam kegiatan yang membangun kedisiplinan. Contoh kegiatan tersebut, seperti berolahraga. Dalam berolahraga anak akan belajar untuk sportif, team work serta berusaha.  Kegiatan lainnya seperti dalam pelajaran musik atau memberikan tanggung jawab pekerjaan rumah, seperti membersihkan kamar atau mencuci piring.

Anak boleh diberikan reward dan punishment namun ingatkan juga kalau reward tersebut karena disiplin.   Anak yang diajarkan disiplin akan berguna kelak pada kehidupannya saat dewasa nanti.  Sementara untuk punishment ambil konsekuensi yang dia suka, seperti tidak boleh membeli buku lagi selama seminggu.  Jika ingin memberikan sangsi kepada anak, sebaiknya satu suara dengan pasangan atau keluarga.  Jika tidak satu suara, anak akan kebingungan.

  1. Children See Childen Do

Seorang anak sangat suka mencontoh apa yang dia lihat.  Orang tua adalah contoh paling dekat yang bisa dilihat anak.  Untuk itulah orang tua harus berhati-hati bersikap di depan anak.  Anak yang suka marah, boleh jadi meniru dari orang tuanya.  Jangan pula menjelek-jelekan guru di depan anaknya.  Dengan demikian si anak akan meniru orang tua untuk menjelek-jelekan guru.

  1. Membesarkan Anak Sama Seperti Merawat Tanaman

Ibu Ruth Maureen mencontohkan bahwa untuk mengajarkan karakter pada anak sama halnya dalam membesarkan sebuah tanaman.  Jika tanaman setiap hari dirawat dengan cara memberikan bibit yang baik, memberi pupuk yang berkualitas, menyiram dengan teratur tentunya hasilnya akan baik.  Begitupula dengan orang tua yang membesarkan anaknya dengan baik dan penuh cinta dan kasih sayang, maka hasil yang didapat pun akan demikian.

3 hal diatas adalah hal yang penting untuk membangun karakter pada anak.  Hal lain yang sebaiknya tidak dilakukan oleh orang tua adalah memanjakan anak.  Anak yang selalu diberi kemudahan akan memberikan kebebasan dan sedikit penguasaan diri. Hal lainnya adalah memuji berlebihan pada hal yang sifatnya bukan sesuatu yang diusahakan, seperti anak cantik atau ganteng.  Hal ini nantinya berpotensi membuat anak menjadi seorang anak yang angkuh.  Jika hal ini dilakukan maka runtuhlan karakter baik pada anak.

Begitu pentingnya membangun karakter pada anak membuat sekolah Cita Persada mengedepankan dalam urusan membangun karakter.  Di sini semua siswanya tidak dituntut untuk hanya menjadi pintar secara akademis saja.  Namun demikian, perolehan nilai akademis pun akhirnya mengikuti.  Hal  itu karena siswanya menyadari akan tanggung jawabnya.

Sekolah Cita Persada juga memberikan beragam fasilitas kepada siswanya, seperti kolam renang, tempat bermain, ruang musik, auditorium, lapangan serta ruang makan.  Menariknya di sini tidak disediakan kantin, supaya anak-anak tidak dibiasakan untuk jajan sembarangan.  Kecuali murid TK yang disediakan makanannya, murid SD  dan SMP membawa bekal dari rumah.

  

  
  
  

 

  

Agar semua murid tertangani dengan baik, jumlah murid maksimal hanya 25 orang per kelas.  Untuk bahasa ajar murid TK seratus persen menggunakan bahasa Inggris, sementara SD dan SMP sudah mencampur dengan bahasa Indonesia.  Beragam acara pun juga dilakukan untuk membangun karakter anak, seperti pentas seni, dan lainnya.  Harapannya tentu saja, anak memiliki karakter yang unggul dan berkualitas sehingga dapat menjadi bekal mereka kelak. Untuk mengetahui lebih jelas tentang Sekolah Cita Persada, bisa kunjungi di www.citapersada.sch.id.

Advertisements

5 thoughts on “Hal Penting Dalam Membangun Karakter Anak

  1. “mengajarkan karakter pada anak sama halnya dalam membesarkan sebuah tanaman ..”, Saya setuju ini. Salam Gardentalker Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s